oleh

Melayat Rois Syuriah PWNU Sumsel KH Dimyathi Dahlan, Herman Deru Merasa Kehilangan

Kanal:Sumsel Maju untuk Semua|25 dilihat

Gubernur Sumsel melayat ke rumah duka Rois Syuriah PWNU Sumsel

 

REPORTASE-Gubernur Sumsel H Herman Deru menghadiri yasinan almarhum KH Dimyathi Dahlan.  Beliau merupakan Rois Syuriah PWNU Sumsel dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah di Desa Sumber Mulyo Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur,  Sabtu (6/4).

Herman Deru  dalam sambutannya mengaku terkejut ketika di perjalanan mendapat kabar wafatnya KH Dimyathi Dahlan. Saat itu pula spontan, dia katakannya merasakan sangat kehilangan tokoh kharismatik serta guru pembimbing baginya dan bagi  masyarakat Provinsi Sumsel.

“Artinya kehilangan itu bukan saya sendiri yang merasakan tapi kita semua, kita sebagai warga NU dan Saya juga sekaligus Ketua ISNU, mengajak semua untuk bersama- sama meguatkan hati agar sepeninggal beliau NU tetap solid dan bersatu bahwa kita ini adalah ormas yang terbesar di Indonesia bahkan dunia,” ungkapnya

Baca :   Sumsel Sabet Dua Penghargaan di Lampung Fair 2019

Ia berharap, sepeninggalan KH Dimyathi, Ponpes dan silaturahmi yang ia bangun selama ini tetap terjaga seperti sediakala. Khususnya Ponpes Al Falah yang tentu harus ada berkesinambungan. Sedangkan untuk keluarga, teman, sahabat, kerabat yang ditinggalkan, lanjut Herman Deru agar  dapat lebih  ikhlas dan jangan berlarut dalam kesedihan.

“Jangan sampai nanti karena abah wafat kegiatan belajar dan mengajar terganggu. Insya Allah sudah cukup bekal abah menghadap sang Ilahi. Saya minta apa yang sering didengungkan abah mengenai silaturahmi jangan sampai putus, pesantren ini harus tetap dijaga bahkan kalau bisa pondok pesantren ini berkegiatan yang lebih dari apa yang dilakukan abah,” tuturnya.

Baca :   Pembangunan Rumah Tahfidz Jadi Program Non Fisik di Sumsel

Dalam kesempatan yang sama pula mantan Bupati OKU Timur dua periode ini menghimbau keluarga besar dari KH. Dimyathi Dahlan untuk tidak segan-segan menghubungi teman-teman abah, karena kalau tidak hal tersebut merupakan cikal dan bakal putusnya silaturahmi.

“Tugas kalian tidak segan-segan untuk mencari saudara-saudara abah, teman, sahabat dan kerabat abah. Kalau kalian tidakmencoba mencari itu maka inilah cikal bakal putusnya silaturahmi,” pungkasnya.

Baca :   Pulang Kampung, Gubernur Sumsel Setir Mobil Sendiri

Sementara putra dari almarhum yakni Muhammad Qoiduzzuhad mengucapkan terimakasih atas perhatian Gubernur Sumsel Herman Deru di tengah-tengah kesibukannya sebagai kepala daerah masih menyempatkan hadir.

Dikatakannya, KH Dimyathi Dahlan menghembuskan nafas terakhirnya pada siang hari Jum’at pukul 09.15 menit meninggal dunia di Semarang. Kesehatan KH Dimyathi Dahlan memang sejak lima tahun terakhir menghidap penyakit jantung hipertensi.

“Ribuan terimakasih atas kedatangan Bapak Gubernur di pesantren Al-falah, bapak meninggal itu setelah sakit yang agak lama sekitar 5 tahun,” katanya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed