oleh

Kepala Daerah Dilarang Tinggalkan Wilayahnya

Kanal:Sumsel Maju untuk Semua|134 dilihat

REPORTASE – Gubernur Sumsel, Herman Deru menegaskan kepala daerah di Sumsel untuk meninggalkan tempat atau wilayahnya. Larangan ini menyusul Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terus terjadi di Bumi Sriwijaya.

“Bupati, Walikota, Camat hingga Kepala Desa harus tetap standby dan pantau sedetil mungkin firespot di wilayahnya. Jangan meninggalkan tempat jika tidak melakukan perjalanan yang sangat prinsip,” kata Herman Deru.

Jika pun ada keperluan mendesak, harus izin terlebih dahulu dengan Gubernur Sumsel. Selain itu,   Ia pun menegaskan telah memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) di 17 kabupaten kota di Sumsel untuk menganggarkan penambahan alat.

“Kami masih menunggu bantuan dari BNPB, karena BPBD tentunya terbatas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah mengatakan pihaknya sangat serius dalam penanganan Karhutla yang terjadi di Sumsel. Diantaranya, menetapkan status siaga darurat asap kebakaran hutan dan lahan sejak Maret 2019.

Kemudian pada April 2019, diterbitkan SK Satgas karhutlah Sumsel dengan menunjuk  Danrem 044 Gapo sebagai komandan satgas dan Kepala BPBD Sumsel sebagai wakil komandan satgas dibantu dengan Sub Satgas Udara, Danlanud, Satgas Darat, Satgas Gakkum, Satgas  Sosialisasi dan Satgas Doa dari Pemprov.

Keseriusan juga ditunjukkan dengan membuat  maklumat bersama antara Gubernur Sumsel, Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel yang berisikan tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami sangat konsen dalam memantau perkembangan Karhutla di Sumsel. Selain memantau lewat jalur darat dan udara juga Pemprov Sumsel juga telah melayangkan surat ke kabupaten/kota untuk menggelar sholat istisqo secara serentak di wilayah Sumsel,” singkatnya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed