oleh

Gubernur Jadikan Mura Sebagai Percontohan Pengembangan Tanaman Kakao di Sumsel

Kanal:Sumsel Maju untuk Semua|44 dilihat
Gubernur mencoba menjajal pengolahan coklat

REPORTASE-Kabupaten Musi Rawas (Mura) luar biasa kaya dengan aneka budaya, kearifan lokal yang tetap terjaga serta hasil bumi yang melimpah. Ditambah dengan semangat inovasi dan kreatifitas warganya menjadikan Kabupaten yang berusia ke 76 tahun ini menjadi salah satu daerah diperhitungkan di Sumatera Selatan.

Dalam kunjungan kerja Gubernur Sumsel H Herman Deru dan ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia selama dua hari di Mura kemarin lalu menyempatkan waktunya melihat dari dekat pembibitan coklat di Desa Bamasco Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Mura.

Khusus pengembangan tanaman coklat di desa Bamasco, Gubernur berharap kedepan Musirawas dapat dijadikan sebagai daerah percontohan bagi kabupaten/kota lainya di Sumsel yang topografinya sama dengan Mura untuk dikembangkan sebagai sentra tanaman kakao atau coklat.

Baca :   Panjat Tebing Putri Sumatera Selatan Raih Mendali Perunggu di POMNAS XVI Jakarta 2019

Jika digarap dengan serius, lanjut Gubernur akan mampu meningkatkan pendapatan petani karena harganya nyaris tidak mengalami fluktuatif sebagai mana yang terjadi pada komodisi karet dan sejenisnya.

“Saya minta pada Dinas Perkebunan Provinsi untuk menjadikan Musi Rawas ini sebagai model percontohan bagi daerah lainnya di Sumsel dalam hal pengembangan tanaman coklat,” tegas Herman Deru, Rabu (1/5).

Lebih lanjut Gubernur menambahkan, selain tanaman kakao tanaman lada perlu juga menjadi tanaman alternatif yang dimungkinkan akan dapat memberikan keuntungan bagi petani.

“Saya kira Bupati Musirawas ini orang yang cerdas, nisa membaca peluang. Dan ini patut dicontoh bagi daerah lainnya,” lanjut Gubernur.

Sementara itu, Bupati Musirawas H Hendra Gunawan mengungkapkan, selain ditanam di lahan perkebunan milik rakyat, tanaman kakao juga dijadikan tanaman pekarangan.
“Sebelumnya masyarakat kita tergantung dengan hasil tanaman karet. Namun sekarang kita anjurkan warga menanam coklat, bukan saja di lahan perkebunan namun juga  di pekarangan rumah,” tegas Hendra Gunawan.

Baca :   Sumsel Raih Juara Pertama Pengahargaan Dari Kementerian ESDM

Usai meninjau pusat pembibitan coklat, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Hj Febrita Lustia berkunjung ke Coklat Drflo Bamasco Chocolat yang merupakan rumah produksi pengolahan biji kakao menjadi produk olahan coklat dengan kualitas ekspor yang letaknya tidak jauh dari pusat pembibitan coklat di desa Bamasco Kecamatan Tuah Negeri.

Di tempat ini Herman Deru dan rombongan melihat dari dekat proses produksi coklat konsumsi sebelum dijual kepasaran. Bahkan mantan Bupati OKU Timur dua periode ini praktik langsung mengemas coklat konsumsi untuk dijual ke pasaran.
Di rumah produksi coklat ini Gubernur berjanji tahun ini juga Pemprov akan memberikan bantuan berupa mesin produksi berskala modern melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi. Namun dengan syarat ke depannya rumah coklat ini dapat memberdayakan masyarakat setempat agar terlibat langsung dalam aktivitas produksinya.

Baca :   Ketum FPTI Sumsel : Tak Ada Alasan Untuk Jalan di Tempat

“Ke depan kita harapkan rumah coklat ini mampu meningkatkan produksinya. Masyarakat sekitar juga kita minta dilibatkan langsung dalam proses produksinya,” harap Gubernur.

Terkait dengan pemasaran hasil selain secara online juga dilakukan secara konvensional, bahkan ada yang dieskpor ke Singapura. Karena itu dia meminta pihak perbankan diajaknya untuk peduli dengan keberadaan industri kerajinan rakyat, UKM dan UMKM sehingga dapat terus berkembang dalam memajukan sektor ekonomi kreatif masyarakat.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed