oleh

Sumsel Bakal Reklamasi Laut Seluas 2.202 Hektar Untuk Pelabuhan Internasional

Kanal:Peristiwa|0 dilihat

REPORTASE – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan melakukan reklamasi laut seluas 2.202 hektare untuk dijadikan pelabuhan internasional Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin.

Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS), IGB Surya Negara mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT Sriwijaya Tanjung Carat (STC) dalam melakukan reklamasi. Proses reklamasi sendiri akan ditargetkan selesai pada tahun 2020 mendatang.

Surya menjelaskan, beberapa investor telah meilirik pelabuhan Internasional Tanjung Carat untuk investasi disana.  ” Pihak investor sedang melakukan analisa feasibility study (FS), AMDAL, dan master plan,” kata Surya, Selasa 2 Januari 2018.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Reklamasi ini, menurut Surya, sesuai dengan surat pertimbangan teknis distrik navigasi nomor PR.808/1/20/DNG.PLG-2017 tentang Pertimbangan Teknis Kegiatan Reklamasi Tanjung Carat. Dalam reklamasi ini terdapat investasi yang sangat besar. Bahkan, nantinya dalam reklamasi akan menggunakan kapal khusus yang didatangkan dari Belanda setelah dari Makassar.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dimulai pada tahun ini dan ditarget selesai tahun 2020 mendatang,” ujarnya.

Pelabuhan Internasional Tanjung Carat ini nantinya akan terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) dengan akses jalan sepanjang 15 kilometer.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Sejauh ini untuk progres KEK TAA sudah mencapai 67 persen dimana progres pembangunan fasilitas seperti gardu listrik dan lain sebagainya. Pihaknya optimis Juni mendatang KEK TAA ini dapat diresmikan. Untuk pembebasan lahan sudah dilakukan seluas 66,13 hektar dari luas lahan 217 hektar untuk tahap pertama. Sisanya lahan ini akan dibebaskan oleh pihak ketiga PT STC.

“Juni mendatang ditarget 217 hektar ini harus dibebaskan, dan ini merupakan tahap pertama dari total lahan 2030 hektar KEK TAA,” ujarnya.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Dilanjutkan Surya, investor yang tertarik untuk berinvestasi di KEK TAA ini ada 12 perusahaan dimana yang telah melakukan MoU sebanyak 10 perusahaan. “Bagi perusahaan yang berminat berinvestasi di KEK ini silahkan mengajukan perizinan,” jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Nasrun Umar mengakui jika nantinya KEK TAA dan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat ini terwujud maka Sumsel menjadi provinsi terbaik di Sumsel.

“Ini provinsi pertama melakukan ini. Bahkan, beberapa provinsi ingin meniru langkah yanh yang diambil Pemprov Sumsel,” tutup dia. (Red )

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Terpesona
  • Bahagia
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

Komentar

News Feed