oleh

Speedboat Tewaskan 13 Penumpang, Basarnas : Tiap Tahun Selalu Makan Korban

Kanal:Peristiwa|0 dilihat
Lokasi pencarian 11 korban speedboat yang hilang, usai dihantam ombak.

REPORTASE – Perairan Tanjung Sare, Banyuasin, Sumatera Selatan, diketahui memiliki mitos setiap tahun memakan korban. Kecelakaan lalulintas air kerap terjadi di perairan tembusan Sungai Musi itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor SAR Palembang Toto Mulyono. Dari keterangan warga setempat, TKP dikenal perairan ‘angker’ bagi nelayan dan pengemudi kapal. Sebab, sungai itu memiliki bentangan luas dan berbatasan dengan laut lepas.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

“Ya, ada mitos di kalangan warga, tiap tahun memakan korban, ada-ada saja yang kecelakaan dan tenggelam,” ungkap Toto, Jumat 5 Januari 2018.

Selain itu, kata dia, sungai itu juga dikenal menjadi tempat buaya muara berkumpul. Hal itulah membuat tim gabungan tidak berani menyelam dalam pencarian korban kemarin.

“Banyak buaya, airnya keruh. Jadi kita utamakan keselamatan petugas, tidak menyelami sungai,” ujarnya.

Sementara itu, kerabat korban, Ari (40) mengatakan, dirinya hampir setiap minggu melintas perairan Tanjung Sare untuk berdagang ke daerah Musi Banyuasin menggunakan speedboat.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Bahkan, empat tahun lalu speedboat yang ditumpanginya kecelakaan persis di lokasi tenggelamnya speedboat ‘Awet Muda’.

“Memang hampir tiap tahun ada kecelakaan, tapi kali ini banyak makan korban, yang sudah-sudah paling satu atau dua orang saja meninggal,” kata dia.

Menurut dia, para korban adalah kerabat dan rekan sesama pedagang. Dari cerita yang didengarnya, beberapa korban tewas tidak memikirkan lagi harta bendanya saat air mulai masuk ke kapal demi menyelamatkan diri.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Namun, korban ditemukan tewas dan barang-barangnya justru ditemukan kembali.

“Ada yang jual emas. Dia bawa uang dan emas di dalam tas, melompat ke sungai, tidak peduli lagi yang penting selamat. Tapi meninggal dan barang-barangnya malah ditemukan masih utuh,” pungkasnya. (Red)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Terpesona
  • Bahagia
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

Komentar

News Feed