oleh

Pengemudi Speedboat Nahas Diburu Polisi

Kanal:Peristiwa|0 dilihat
Kapolda sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan, terkait kecelakaan speedboat di Banyuasin.

REPORTASE  – Pengemudi speedboaat Awet Muda berinisial AD muda diketahui berhasil selamat ketika kapal cepat itu pecah dihantam ombak tinggi di periran tanjung Sere, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Rabu 3 Januari 2018 kemarin. 

AD saat ini diburu petugas, lantaran tak diketahui keberadaannya, pasca insiden kecelakaan maut tersebut. Sementara, Kernet AD inisial JM kini telah diamankan di Direktorat Polisi Air Polda Sumatera Selatan untuk dimintai keterangan terkait kronologis kejadian.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

” kita tetapkan DPO terhadap AD, karena kabur usai kejadian. Sekarang masih dikejar,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Jumat 5 Januari 2018.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, terdapat dugaan kelalaian yang dilakukan AD ketika membawa speedboat Awet Muda, seperti tidak adanya alat keselamatan berupa pelampung bagi penumpang.

” Pelampung tidak ada, pengemudinya bisa kita tetapkan tersangka Pasal 359 KUHP dan undang-undang pelayaran. Untuk kernetnya diperiksa dulu, kalau ada keterlibatan, kita tetapkan tersangka juga,” ujarnya.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Diketahui, sebelum mengalami kecelakaan, speedboat yang membawa 55 penumpang itu sempat mengalami mati mesin selama 30 menit.

Kapal cepat itupun, akhirnya terombang-ambing di sungai dan terbawa ombak. Kernet Speedboat akhirnya berhasil memperbaiki mesin hingga akhirnya perjalanan diteruskan menuju Palembang.

Sayang, mesin kapal kembali rusak dan langsung dihantam ombak setinggi satu meter dari belakang, hingga kapalpun pecah.

Baca : Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Para penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan cara keluar dari jendela kapal. 42 penumpang berhasil selamat dalam kejadian itu dengan dengan berenang ke pinggiran sungai yang dipenuhi pohon bakau.
Sedangkan, Mulyono dan putrinya Bunga tewas tenggelam.

Sementara 11 penumpang lainnya hilang dan baru ditemukan dalam keadaan tewas dua hari setelah kejadian. ( Red)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Terpesona
  • Bahagia
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

Komentar

News Feed