oleh

Penangkapan Teroris di Sumsel, ABG 15 Tahun Dijadikan Pengantin

Kanal:Peristiwa|0 dilihat

REPORTASE – Perkembangan kasus penangkapan 12 teroris di wilayah Sumatera Selatan oleh Densus 88 anti teror Mabes Polri kini masih terus dikembangkan petugas.

Dari hasil interogasi, salah satu pelaku bernama Jafar alias Fajar (15), warga Kecamatan Lubai Ulu, Muaraenim dan empat orang lainnya disiapkan sebagai “pengantin” amaliyah untuk menyerang Polres Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Selain Fajar, Irfa`i, warga Desa Sakenang, Tanjung Jaya Kecamatan Buai Pemaca, Kabupaten OKI. Lalu Zakri alias Mang Zakri, warga Dusun Talang Suka Maju, Desa Tanjung Durian, Kabupaten OKU Selatan, Abdul Majid alias Majid, warga Desa Suban Geriji, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim serta Slamet Widodo alias Slamet, warga SP 1 Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim juga disiapkan sebagai pengantin.

Baca :   Kondisi Koma Demonstran Tolak RUU KPK dan KUHP, Keluarga Dikirim Surat Penetapan Tersangka

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, komplotan teroris yang bermarkas di Jalan SP 1, Trans Barito, Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim pimpinan Solihin, menjadikan sebuah pesantren untuk merencanakan aksi teror disejumlah wilayah.

Disana para “pengantin” dilatih sebelum menjalankan aksi teror. Berbeda pada teror pada umumnya, mereka akan meledakan para target menggunakan busur panah tradisional yang terbuat dari bambu.

Baca :   Mahasiswa di Palembang Ricuh di Pukul Mundur Polisi

” Diujung bambu (mata panah) dipasang bahan peledak. Saat penangkapan berlangsung, barang bukti anak panah dan bahan peledak ditemukan,”kata Zulkarnain, saat dikonfirmasi, Kamis 14 Desember 2017.

Zulkarnain menjelaskan, pendidikan Fajar yang hanya mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD) membuatnya terlena ketika didokrin oleh Solihin. Dia dijanjikan masuk surga dan ditemani tujuh bidadari cantik jika siap menjadi “pengantin” amalia.

” Mereka menyebutnya pengantin Amalia. Jika ada yang siap dijanjikan masuk surga. Pendidikan Fajar yang hanya sekolah dasar membuat doktrin radikal yang ditanamkan di pengajian Solihin tersebut sangat berakar di otaknya,”ujarnya.

Baca :   Berita Foto : Kericuhan Mahasiswa Aksi Unjuk Rasa Tolak RUU KPK

Selain tempat pengajian, Solihin juga diketahui memiliki pondok pesantren di daerah kabupaten Muara Enim.
Dia telah menjadi buronan Densus 88 sejak beberapa tahun lalu.

Solihin juga menggerakkan dan mempublikasikan kepada para pendukung Daullah di Indonesia untuk bergabung membuat komplek pemukiman atau camp khusus seperti yang dilakukannya di Muaraenim untuk di wilayah lain.

” delapan sudah ditetapkan tersangka dari 12 orang. Tiga sudah diterangkan ke Mabes hari ini untuk pemeriksaan intensif,” jelas Kapolda Sumsel. ( Red )

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed