oleh

Tetap Waspada Meski Jumlah Hotspot Turun

Kanal:Nasional|106 dilihat

Ilustrasi hotspot di Sumatera

 

REPORTASE – Jumlah titik panas api (hotspot) yang menjadi awal kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau menurun secara drastis, Jumat (22/03/2019).

Sebelumnya data rilis dari BMKG, Rabu (20/03/2019) titik panas menyebar di sejumlah kabupaten. Pada level confidence 70 % yang dimungkinkan akan muncul titik api mencapai 107 sebaran.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sukisno, menyatakan hasil citra satelit Terra dan Aqua pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB menunjukan hanya ada 17 titik panas.
Jumlah itu sangat rendah dibandingkan kondisi selama tiga hari terakhir, yang rata pada jam yang sama bisa mencapai 100 titik panas.

Baca :   Oditurat Militer (Pengadilan Militer) 1-05 Palembang bakal gelar kerjasama dengan Pemkot Palembang

Titik panas hari ini yang terdeteksi oleh satelit tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu, Rokan Hilir, Siak dan Indragiri Hilir masing-masing ada tiga titik, Kepulauan Meranti dua titik, dan Palalawan satu titik.

Dari semua jumlah tersebut, ada Sembilan titik yang memiliki tingkat level confidance diatas 70 % sehingga kuat adalah titik api Karthula.
Riau telah berstatus Siaga Darurat Karthula sejak Februari hingga Oktober 2019.

Baca :   Pelajar OKI Terpilih Jadi Paskibraka Nasional

Upaya untuk memadamkan telah dilakukan, baik dari darat, helikopter dan modifikasi cuaca untuk hujan buatan, Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang Palembang akan mengirimkan sebanyak dua helikopter ke Provinsi Riau untuk memperkuat sarana dan prasana penganggulangan kebakaran yang terjadi.

Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Letkol Pnb Heri Sutrisno di Palembang, Kamis (21/03/2019) mengatakan, berdasarkan rapat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan disebutkan bahwa helicopter tersebut akan dikirim pada pekan ini.

Baca :   Sriwijaya FC Rebut Tiga Poin dari Tuan Rumah Persibat

“Bisa, besok atau lusa dikirim ke Riau,”Ujarnya. Ia mengatakan status penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terus ditingkatkan, karena kejadian tersebut sudah meluas.

Penambahan armada udara itu untuk memantau dan sekaligus memantau dan sekaligus memadamkan titik api karena jenis helicopter yang dikirim tersebut merupakan helicopter pembom air berkapasitas 4,5 ton.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed