oleh

Sidang MK, BPN Sebut Ungkap Pemufakatan Curang yang Terstruktur, Sistematis dan Masif

Kanal:Nasional|53 dilihat

REPORTASE – Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno menyebut bahwa sidang sangketa pemilihan presiden 2019 di Mahkama Konstitusi (MK) sudah membuktikan pemufakatan kecurangan yang dilakukan oleh kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 01 Joko Widodo- Ma’aruf Amin.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo-Sandiaga merupakan prinsipal baginya dan tim pemenangan. Selanjutnya ia menyebutkan bahwa adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masi.

Baca :   Jalan Lintas Timur dan Tol Banyuasin Siap Dikebut

“Pak Prabowo dan Pak Sandi bagi kami merupakan prinsipal, ada fakta pemufakatan curang yang terstruktur, sistematis, dan masif,”ujar Dahni Anzar Simanjuntak dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (24/6).

Selanjutnya ia menjelaskan, pemufakatan curang tersebut dapat dilihat dari pelatihan-pelatihan saksi yang digelar oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) o1 Joko Widodo-Ma’aruf Amin.

Diketahui Tim BPN 02 dalam sidang MK menghadirkan caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) Hairul Anas Suaidi sebagai saksi yang mengaku pernah mengikuti pelatihan saksi tersebut.

Baca :   Berebut Kursi Nomor Satu UNSRI

Dalam sidang berjalan, dihadapan hakim MK, Hairul mengungkapkan sejumlah upaya kecurangan yang diajarakan dalam pelatihan saksi tersebut.

“Yang pertama, dalam training 01 ada statement pengajaran yang menunjukkan ada pemufakatan curang. Narasi dan diksi kecurangan bagian dari Demokrasi,”ujar Dahnil meniru keterangan Hairul Anas di persidangan.

Dilain pihak, sebelumnya, Wakil Direktur Tim Kemenangan Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma’aruf Amin, Lukman Edy menyebut bahwa Hairul Anas telah memberikan keterangan dan sumpah palsu di persidangan. Ia menegaskan bahwa Hairul Anas tidak pernah ada dalam traing of trainer saksi yang dilakukan oleh TKN.

Baca :   Sriwijaya FC Rebut Tiga Poin dari Tuan Rumah Persibat

“Hairul Anas tidak pernah mengikuti pelatihan Tot (training of trainer) saksi. Dia telah melakukan sumpah palsu, dan menyebarkan kebohongan publik,”kata Lukman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/6). (git)

 

 

 

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed