oleh

Sengketa dengan KPU, Yusril Ihza Malah Ungkap Borok Amien Rais di Pilpres 1999

Kanal:Nasional, Peristiwa|200 dilihat

REPORTASE – Partai Bulan Bintang (PBB) dituding tak memenuhi syarat untuk menjadi partai politik peserta Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tudingan KPU ini membuat Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra teringat dengan kebohongan Amien Rais saat menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1999 silam.

Menurut Yusril, kala itu Amien telah berdusta soal pemilihan presiden. Harusnya saat itu Yusril maju sebagai calon tunggal, namun ia malah harus menghadapi Megawati Soekarnoputri dan KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

“Saya sudah sering mengatakan Amien Rais itu berdusta. Sampai hari ini Amien Rais tidak berani men-challenge omongan saya tidak benar. Itu fakta sejarah,” tutur Yusril di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat 2 Maret 2018, dilansir CNNIndonesia.com.

Yusril menjelaskan, kala itu pendaftaran calon presiden (capres) ditutup pada pukul 07.00 WIB. Yusril telah mendaftarkan dirinya dan membawa berkas-berkas persyaratan lengkap ke MPR. Di tahun itu, pemilihan presiden memang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan MPR.

Hingga pendaftaran ditutup, menurut Yusril tak ada orang lain yang mendaftar selain dirinya. Dia berani mengatakan begitu karena saat itu ia berada di gedung MPR untuk memantau. “Gus Dur belum daftar, Megawati belum juga. Jam 8 mereka daftar,” ujar Yusril.

Gus Dur dan Megawati menurut Yusril baru datang setelah pendaftaran ditutup. Bahkan, berkas yang mereka bawa tidak lengkap. Harusnya, setiap capres menyerahkan berkas berupa berkas kesehatan, tidak sedang terjerat kasus hukum, tidak sedang pailit, dan tak terlibat G30S/PKI.

“Gus Dur tidak menyerahkan apa-apa. Megawati juga tidak,” katanya.

Namun, keanehan terjadi saat Sidang Paripurna MPR dimulai pada pukul 09.00. Amien Rais, selaku Ketua MPR mengatakan ada tiga calon presiden yang akan dipilih dalam sidang tersebut. Mereka adalah Yusril, Megawati, dan Gus Dur. Amien juga mengatakan bahwa ketiganya telah menyerahkan berkas-berkas lengkap.

“Ketiga-tiganya telah menyerahkan berkas dan lengkap. Jadi kita sahkan tiga calon, setuju?…. Setujuuu,” ungkap Yusril menirukan Amien.

Saat itu, ia bisa saja menginterupsi dan mengatakan bahwa Amien telah berdusta. Namun, ia memilih untuk diam.

“Saya tidak teriak. Saya diam aja, karena saya tahu keputusan yang diucapkan dalam rapat pleno terbuka untuk umum, itulah yang mengikat,” katanya.

Sementara itu, putra Amien Rais, Hanafi Rais, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tak memberikan bantahan ataupun mengiyakan soal kasus tersebut.

Profesor Yusril layak dan pantas untuk maju Pilpres 2019. Move on dan move forward, Prof…” tutur Hanafi melalui pesan singkat kepada cnnindonesia.com, Sabtu 3 Maret 2018.

Selain itu, Hanafi juga tak memberikan jawaban ketika ditanya kebenaran soal Megawati dan Gusdur yang terlambat mendaftar. Ia hanya menegaskan bahwa calon presiden terpilih kala itu adalah Gus Dur. (RED)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed