oleh

Polisi Gagalkan Penyelundupan 20 Kilo Sabu di Palembang

Kanal:Nasional|0 dilihat

REPORASE – Narkoba jenis sabu seberat 20kilogram yang diselundupkan dari Aceh untuk diedarkan di Palembang, berhasil digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan.

Informasi yang dihimpun, sabu tersebut dibawa oleh tiga pelaku berinisial M Arif(48) dan Lukman  (37), warga Palembang, serta Rahmat (19), warga Sumatera Utara.

Petugas yang mencium bakal adanya peredaran narkoba dalam jumlah besar langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tiga tersangka saat membawa sabu tersebut dikawasan Jalan Soekarno Hatta, Palembang.  

Namun, tersangka Lukman terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran mencoba melawan saat disergap. 

Dari tersangka, diamankan satu satu koper plastik besar yang berisi 20 kilogram sabu dibungkus dengan kotak teh cina. 

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, narkoba tersebut dikirim oleh bandar dari Cina dan masuk ke Malaysia. 

Setelah tiba di Palembang, tersangka bermaksud membawa sabu tersebut ke Jakarta untuk diedarkan. 

” pengakuannya ada 26 bungkus, yang berarti 26 kilogram. Tapi kita hanya menemukan 20 kilogram, 6 kilo sudah diedarkan di Palembang,” kata Zulkarnain, saat gelar perkara, Rabu 7 Februari  2018. 

Dikatakan Kapolda, peran tersangka Lukman yang merupakan warga Palembang, sebagai penyimpan sabu sebelum diedarkan. 

Lukman sendiri, diketahui adalah kaki tangan bandar narkoba kelas internasional bernama Sucay yang sudah meninggal, saat menjalani masa tahanan di Lapas Mata Merah Palembang. 

” sebelum diedarkan, sabu itu akan dititipkan dengan Lukman. Nanti Lukman yang akan memetahkan, peredarannya dimana saja. Memang tersangka ini sudah lama kita incar,”ujar Kapolda Sumsel. 

Sementara, dari pengakuan Lukman, barang tersebut dibawa oleh Rahmat dari Aceh melewati Sumatera Utara. Dia mengenal Rahmat, setelah mendekam di sel tahanan akibat kasus penganiayaan. 

” ada keluarga Rahmat satu sel smaa saya. Dikenalkan, untuk mengedarkan narkoba. Saya diupah Rp 100 juta,” ucap pedagang burung ini. 

Rencananya, setelah tiga hri diinapkan di rumah, Lukman akan menuju ke Jakarta untuk kembali di edarkan melalui jalur darat. 

” di Jakarta saya tidak kenal siapa orangnya hanya membawa kesana saja,”katanya. 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan pasal 112-114 undang-undang narkoba dengan ancaman hukuman mati. (RED)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed