oleh

Menteri Rini Terkejut Ada Petani Sumsel Lebih Kaya Dari Presiden Jokowi

Kanal:Nasional|0 dilihat

Pembagian sertipikat tanah kepada petani di Palembang.


REPORTASE – Presiden Joko Widodo secara serentak membagikan 1.080 juta sertipikat tanah di enam provinsi, yakni Sumatera Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Jambi, Lampung dan Sulawesi tengah, Kamis 20 Desember 2017. 

Untuk Kalimantan Barat sebanyak 110.394 sertipikat yang diserahkan kepada warga, Jawa Timur 7.000 sertipikat, Sulawesi Selatan 5.000 sertipikat, Jambi 82.121 sertipikat, Sulawesi Tengah 63.926 sertipikat, Lampung 172.007 dan Sumatra Selatan 140.335 sertipikat.

Dalam teleconfrence Presiden Joko Widodo saat memberikan sertipikat tanah kepada petani di Kalimantan Barat, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat terkejut mendengar pernyataan petani jika dia memiliki 10.000 meter tanah di sertipikat tersebut.

Baca :   Panjat Tebing Putri Sumatera Selatan Raih Mendali Perunggu di POMNAS XVI Jakarta 2019

” Sini coba saya lihat sertipikatnya. Oh, ini 1.000 meter pak, bukan 10.000,” kata Jokowi.

Sontak saja, para warga yang hadir serta petani yang melihat video tersebut tertawa melihat kejadian itu.

” Saya saja tidak pernah punya tanah 10. 000 meter. Lebih kaya dari Presiden berarti,”ujarnya.

Namun, saat pembagian sertipikat tanah di gedung Palembang Sport Convention Center (PSCC), Palembang, Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Menteri BUMN Rini Soemarno sempat terkejut melihat sertipikat petani asal Kabupaten Ogan Ilir, benar-benar memiliki luas 10.000 meter.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

” ini beneran lebih kaya dari Presiden, tanahnya 10.000 meter,” kata Rini.

Dalam pembagian sertipikat tersebut, menteri Rini mengatakan, ada beragam sertipikat yang dibagikan. Yakni untuk sertipikat perumahan hanya dibatasi seluas 200 meter persegi. Sedangkan untuk lahan seluas 50. 000 meter persegi.

” tadi yang sampai 10. 0000 meter lebih itu, untuk sertifikat pertanian. Untuk lahan memng kita batasi 5 hektare,”ujarnya.

Baca :   Kabut Asap Menebal, Terekstrem Karhutla Tahun Ini.

Kepala Kantor Perwakilan Badan Pertanian Nasional Provinsi Sumsel, Arif Pasha menambahkan, program pembagian sertifikat oleh pemerintah itu tidak membebankan sepeser pun biaya kepada masyarakat.

” Program pertanahanan dibiayai negara, tidak ada pungutan apapun, dari Kementerin agraria. Seluruh kantor Pertanahan tidak ada pungli untuk kepengurusan sertifikat ini,”jelas Arif.

( Red )

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed