oleh

KPK Temukan Aliran Dana Lintas Negara Terkait Suap Garuda

REPORTASE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan aliran dana baru terkait kasus pengadaan pesawat dan mesin dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengklarfikasi temuan baru itu, tim penyidik komisi antirasuah memeriksa tersangka Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo.

“Dalam proses penyidikan beberapa waktu terakhir ini, KPK telah menemukan aliran dana baru lintas negara terkait perkara ini. Kami masih mendalami fakta baru tersebut, termasuk proses klarifikasi hari ini,”ujar Febri, Selasa (9/7).

Baca :   Oditurat Militer (Pengadilan Militer) 1-05 Palembang bakal gelar kerjasama dengan Pemkot Palembang

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Mereka adalah Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo yang merupakan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA).

Dalam Kasus ini, Emirsya Satar diduga menerima suap sebesar Euro 1,2 juta dan USD 180 ribu atau senilai dengan Rp 20 miliar.

Baca :   Jalan Lintas Timur dan Tol Banyuasin Siap Dikebut

Selain itu, ia juga diduga menerima barang senilai USD 2 juta yang tersebar di berbagai negara, Singapura, Australia, dan Indonesia, dari perusahaan manufakur asal Inggris, Rolls Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 di PT  Garuda Indonesia.

Pemberian suap tersebut dilakukan melalui perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura.

Baca :   Sejumlah Mahasiswa gelar Aksi di Depan Pengadilan Negeri Palembang

Disisi lain perusahaan manufakur termuka asal Inggris Rolls Royce tersebut telah dikenai denda sebesar Euro 671 juta atau sekitar Rp 11 triliun lantaran melakukan praktik suap di beberapa negara yaitu Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan Irak, Anggola.

Dalam pengungkapan kasus yang menjerat Emirsyah Satar ini, Awalnya KPK sendiri menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed