oleh

Frisian Flag Indonesia dan Pergizi Pangan Indonesia Gelar Edukasi Gizi dan Salurkan Produk Bergizi Berkualitas Bersama Pemerintah Provinsi Sumsel

Kanal:Nasional|126 dilihat

REPORTASE – Memperingati Hari Gizi Nasional 2021, Frisian Flag Indonesia (FFI) kembali bekerjasama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk IndonesiaSIAP “Peran Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Kuat melalui Pemenuhan Gizi Seimbang”. Jakarta (29/1/2021)

Ikhmal acara tersebut, FFI memfokuskan pada edukasi gizi kepada sosok perempuan dalam keluarga, dalam hal ini peran seorang Ibu, karena selama masa AKB para Ibu menjadi tumpuan pendukung dan pemulihan sosial, ekonomi, dan kesehatan.

Pengurus Pergizi Pangan Indonesia, menurut DR dr Lucy Widasari MSi dalam paparanya, Ibu dituntut berperan ganda dalam mengelola rumah tangga dan mengurus semua anggota keluarga yang harus berdiam di rumah untuk belajar atau bekerja.

Selain itu dalam hal kesehatan, Ibu adalah tumpuan keluarga untuk kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, selain memastikan perilaku sadar gizi setiap anggota keluarga).

Zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral, dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, sambung dr Lucy, namun memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan hormon, mengatur aktivitas enzim, sistem imun, dan sistem reproduksi. Protein hewani tingkat penyerapannya lebih tinggi, yaitu 25 persen dibandingkan protein nabati.

“Kualitas protein sendiri ditentukan oleh jenis dan jumlah asam amino esensial yang dikandungnya. Zat gizi mikro, terutama zat besi dibutuhkan dalam tiap fase kehidupan. 50- 60 persen anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Makanan kaya asam amino esensial yang terkandung dalam protein hewani, beberapa diantaranya adalah ikan dan susu,” kata Pengurus Pergizi Pangan Indonesia, DR dr Lucy Widasari MSi memaparkan.

Mewujudkan masyarakat sadar dan peduli terhadap pedoman gizi seimbang tentunya membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Hal ini mendapat tanggapan positif dari Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof Dr Ir Hardinsyah MS.

Baca :   Herman Deru: PEDA KTNA Harus Hasilkan Solusi Bagi Petani

Menurutnya Pergizi Pangan Indonesia memiliki kesamaan visi dengan FFI, yaitu kepedulian untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang makanan dan gizi, termasuk makanan dan minuman yang bergizi untuk masyarakat Indonesia.

“Pergizi Pangan Indonesia terus bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak-pihak terkait untuk dapat menyebarluaskan wawasan dan pemahaman masyarakat terhadap perbaikan gizi. Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat membantu merealisasikan keluarga sehat dan kuat melalui pemenuhan gizi seimbang,” jelas Prof Hardinsyah.

Senada dengan hal ini, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Bappenas, Dr Ir Subandi MSc menegaskan, Ritme pemerintah dalam upaya perbaikan gizi tidak penah menurun, terutama di tengah pandemi. Bahkan pentingnya perbaikan gizi bahkan masuk ke dalam amanat pembangunan jangka menengah 2020 – 2024 untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing.

Upaya perbaikan gizi ini merupakan investasi, sambung Dr Subandi, yang strategis dalam hal kualitas sumber daya manusia. Tujuan ini juga sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030, dimana dalam salah satu poinnya adalah menghilangkan segala kekurangan gizi pada tahun 2030 dan mencapai target yang disepakati secara internasional untuk anak pendek dan kurus yang berusia di bawah 5 tahun.

“Upaya ini tentunya membutuhkan hubungan tidak hanya dari pemerintah saja, melainkan juga aktor dari non-pemerintah, seperti pihak swasta, media, dan masyarakat. Hubungan non-pemerintah, seperti Kader PKK, Keluarga, dan individu, juga sangat penting. Sebab kader PKK sangat dekat dengan keluarga dan masyarakat, sehingga peranannya sangat kuat dalam mengedukasi ibu dan keluarga dalam memilih produk pangan yang sehat dan bergizi bagi seluruh keluarga. Dalam keluarga, peran perempuan sangat penting karena perempuan atau ibu memiliki peran utama dalam menentukan pola konsumsi rumah tangga, mulai dari menetapkan menu, variasi makanan, memilih bahan makanan, sampai memasak dan menyajikannya,” jelas Dr Subandi.

Baca :   Sukses Kelola Keuangan, Sumsel Raih Opini WTP Tujuh Kali Berturut-Turut

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Kabid Kesmas Dinkes Sumsel), Fery Fahrizal SKM MKM mengatakan, Salah satu arah kebijakan dalam rencana pembangunan jangka menengah tahun 2020 – 2024, yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta yang didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Hal tersebut sesuai dengan lima arahan kebijakan kegiatan prioritas yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk bidang kesehatan.

Seraya menjelaskan, Feri sebut kelima kebijakan itu yakni. Pertama, peningkatan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, serta kesehatan reproduksi. Kedua, Perbaikan gizi masyarakat, ketiga, penurunan penyakit. Keempat, pemberdayaan gerakan masyarakat hidup sehat. Kelima, Pengawasan gizi kesehatan, serta obat dan makanan.

“Kegiatan percepatan perbaikan gizi masyarakat ini ada satu fokus prioritas, yaitu penurunan stunting pada tahun 2024, dimana harus menjadi 14 persen. Tentu diperlukan upaya keras dan serius, perlu kerjasama, koordinasi, dan antusias dari semua pihak,”cetusnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru. Beliau mengatakan, pihaknya mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan merasa perlu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebutuhan gizi seimbang dengan berbagai program serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Baca :   Wagub Mawardi Yahya Hadiri Launching Layanan Polisi 110

“Kami menyambut baik inisiasi dari Frisian Flag Indonesia (FFI) melalui kegiatan ini dan kami mengharapkan nantinya dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya keluarga. Saya juga ingin mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk bersama-sama terlibat aktif dalam percepatan perbaikan gizi, khususnya gizi anak. Dengan terciptanya pemenuhan gizi yang baik, maka terciptalah anak-anak yang memiliki masa depan yang baik sebagai calon penerus bangsa Indonesia,” kata Ibu Provinsi Sumatera Selatan ini.

Sementara itu, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro pada akhir seminar menyampaikan. Hari Gizi Nasional 2021 menjadi momentum yang tepat bagi FFI dalam mewujudkan visi ‘Nourishing a Better Planet’ dengan memberikan edukasi literasi gizi kepada Ibu dan Perempuan.

Lebih lanjut, Kemitraan yang telah terjalin antara FFI dan PERGIZI PANGAN Indonesia diperkuat dan melalui aktivitas pelatihan (training of trainers) secara daring kepada 1.000 perwakilan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, serta pemberian produk bergizi berkualitas, Susu Bubuk Frisian Flag Kompleta.

“FFI bersama PERGIZI PANGAN Indonesia mengajak serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui IndonesiaSIAP untuk menjalani kenormalan baru dan menjaga kesehatan keluarga,” ujar Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia.

Penting untuk diketahui, Produk Susu Bubuk Frisian Flag Kompleta sebagai salah satu produk pangan bergizi dan terjangkau. Yang diharapkan dapat memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, diformulasikan secara khusus sebagai upaya untuk berkontribusi dalam menjawab permasalahan gizi di Indonesia sebagai salah sumber protein hewani dengan kandungan protein, 11 vitamin dan 6 mineral, di antaranya Vitamin A, Vitamin B Kompleks, Vitamin D, kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, dan lain-lain.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed