oleh

Dewan Pers Terima Laporan Eks Komandan Tim Mawar Prihal Berita Majalah Tempo

Kanal:Nasional|97 dilihat

REPORTASE – Mantan Komandan Tim Mawar, Mayor Jenderal TNI (Purn) Chairawan melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers, kemarin, Selasa (11/6). Chairawan tiba didampingi oleh kuasa hukumnya, Herdiansyah pada pukul 11.00 WIB. Ia melaporkan pemberitaan utama di edisi terbaru Majalah Tempo tentang Tim Mawar dalam kerusuhan 22 Mei 2019 di sejumlah lokasi di DKI Jakarta.

“Dengan berita itu saya merasa dirugikan,”ujar Chairawan di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa (11/6) kemarin.

Baca :   Menristekdikti : Kajian Marxisme dan Khilafah Ada Batasanya

Selanjutnya Chairawan mengatakan bahwa Tim Mawar telah bubar pada tahun 1999. Sementara itu, penasehat hukum Chairawan, Herdiansyah menilai pemberitaan di Majalah Tempo terlalu Tendesius, lantaran secara vulgar menuduh tanpa klarifikasi lagi. Ia berterima kasih kepada Dewan Pers karena laporannya langsung diterima.

“Menurut beliau (Chairawan), pemberitaannya langsung menghakimi,”ujar Herdiansyah.

Herdiansyah meminta kepada Dewan Pers agar menindak tegas Majalah Tempo secara hukum. Ia menganggap redaksi Majalah Tempo melanggar kode etik jurnalistik sehingga mendesak agar meminta maaf kepada kliennya, Chairawan.

Baca :   Tak Perlu Ngantor, PNS Bakal Kerja Di Rumah

Prihal laporan yang dilayangkan oleh Chairawan, Dewan Pers berjanji akan langsung memeriksa isi pemberitaan Majalah Tempo. Rencananya, Dewan Pers akan mempertemukan eks komandan Tim Mawar, Chairawan dengan redaksi Majalah Tempo pada pekan depan.Wakil Dewan Pers, Hendry Ch Bangun mengatakan berterima kasih atas kepercayaan Chairawan yang telah mempercayai Dewan Pers dalam kasus tersebut.

Baca :   Kongres V PDIP, Jokowi Sebut Jumlah Menteri Periode Kedua tetap sama

“Kami berterima kasih kepada Pak Chairawan telah mempercayai kasus ini kepada Dewan Pers,”kata Hendry.

Sementara itu, Pimpinan redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, menuturkan pihaknya menghargai setiap proses dan langkah hukum dan narasumber atau publik yang mempersoalkan pemberitaan medianya. Arif mengaku siap untuk mengikuti seluruh rangkaian proses di Dewan Pers.

“Sesuai Undang-Undang, Dewan Pers yang berwenang memediasi. Kami akan mengikuti proses di Dewan Pers,” kata Arif.

 

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed