oleh

Banyak Polisi Terlibat Narkoba, Polda Sumsel Pecat 24 Anggota

Kanal:Hukum & Kiminal, Nasional|0 dilihat
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika menciopot seragam anggotanya yang diberhentikan secara tidak hormat

REPORTASE –Polda Sumatera Selatan memecat 24 anggota mereka secara tidak hormat selama kurun waktu 2017, lantaran terlibat kasus narkoba serta lari dalam tugas. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016, dimana 21 anggota Polisi dipecat secara tidak hormat dari satuan mereka.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengakui, jumlah anggota kepolisian yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sangat meningkat signifikan. Pada 2016 tercatat tiga kasus, sedangkan 2017 naik drastis mencapai 38 kasus.

Secara tegas, Zulkarnain akan mempercepat proses hukum terhadap anggota mereka yang terlibat narkoba sehingga langsung dilakukan pemberhentian secara tidak hormat.

Baca :   Dewan Pers Terima Laporan Eks Komandan Tim Mawar Prihal Berita Majalah Tempo

“ Memang sangat meningkat anggota yang terlibat narkoba, saya juga menduga masih ada oknum yang membekingi. Jelas sanksi tegas akan menanti, kalau ketahuan langsung saya pecat. Siapapun itu,” tegas Zulkarnain, Selasa 2 Januari 2018.

Kondisi banyaknya anggota Polisi yang terlibat narkoba membuat prihatin Kapolda Sumsel. Kedapan, diapun akan memperketat seluruh jajaran untuk dilakukan tes urine secara berkala pada setiap satuan di Polda Sumatera Selatan.

“ Saya rasa bukan soal gaji atau apapun, ini terlebih soal moral mereka dengan lingkungan. Kalau Gaji, Polisi gajinya sudah besar, kenapa harus pakai atau membekingi narkoba. Nanti akan rutin dilakukan pengecekan urine hingga darah pada setiap anggota,” ujarnya.

Baca :   Kominfo Tegaskan Akan Memblokir Aplikasi Ojol Jika Abaikan Regulasi

Pada beberapa waktu lalu, Polda Sumsel melakukan PTDH terhadap Ajun Inspektur Dua Mardiansyah karena terlibat peredaran sebanyak 1 kilogram narkoba. PTDH juga dilakukan terhadap Brigadir Dua Helwani karena desersi selama dua tahun dan diketahui merupakan pengguna narkoba.

”Di Sumsel, ada 14.670 polisi. Jika harus memecat 100 anggota yang nakal, bagi saya tak masalah, untuk memperbaiki instansi Kepolisian” katanya.

Peredaran Nakorba di Sumatera Selatan memang semakin mengkhawatirkan. Pada tahun 2016, jumlah kasus narkotika di Sumsel mencapai 1.441 kasus. Jumlah ini meningkat  pada 2017, yakni 1.566 kasus.

”Data ini membuktikan Sumatera Selatan tidak hanya dijadikan perlintasan semata, tetapi sudah menjadi pasar,” ujar Jenderal bintang dua ini.

Baca :   Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Pada Jumat pekan lalu, Direktorat Narkoba Polda Sumatera Selatan menangkap tiga pengedar narkoba yang membawa 5,67 kilogram sabu dan 3.000 butir ekstasi jenis baru. Semua narkotika ini menurut rencana akan dipasarkan pada saat Tahun Baru di Palembang. Kedua narkotika tersebut diduga didatangkan dari Aceh.

 

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumsel Komisaris Besar Didi Hayamansyah mengatakan, untuk mengantisipasi anggota kepolisian terlibat bisnis narkoba, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak sehingga oknum anggota yang terlibat dapat diminimalisasi.

” Oknum anggota yang terbukti melakukan pelanggaran narkotika harus dihukum lebih berat dibandingkan dengan masyarakat biasa, karena mereka tahu hokum tapi malah melanggarnya” kata Didi.

( Red)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed