oleh

Nahkoda Penyelundup 135 Ton BBM Ilegal Tertangkap Polisi

Kanal:Peristiwa|0 dilihat

REPORTASE – Suherman alias Bokcik (50) yang berprofesi sebagai nahkoda tugboat ditangkap jajaran Direktorat Polisi Air Polda Sumatera Selatan lantaran mengangkut sebanyak 135 ton BBM ilegal diperairan sugai musi.

Tersangka yang diketahui sebagai   warga Jalan Rohmaniah, RT1/1, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang ini, diketahui membawa BBM jenis solar bersubsidi dan non subsidi tanpa dilengkapi kelengkapan surat.

Informasi yang dihimpun, Bokcik merupakan nakhoda tugboat Titian Abadi. Dengan tiga anak buah kapal (ABK) yakni Angkut Susanto, M Riduansyah, dan Adi Saputra mereka membawa 135 ton BBM  dari kawasan Depo Pertamina Keramasan di Kertapati, Palembang, menuju Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) di Sungsang, Banyuasin.

Namun, di tengah perjalanan kawasan Pulau Salahnama, perairan Sungai Musi, Kabupaten Banyuasin, kapal Bokcik dihentikan oleh petugas Polair Sea Rider Kapal Tekukur 5010 untuk pengecekan dokumen.

Baca :   Mahasiswa di Palembang Ricuh di Pukul Mundur Polisi

Saat dicek, Bokcik tak dapat menunjukkan izin usaha dari ESDM Dirjen Migas yang diperlukan untuk menganggkut BBM secara legal.

“Memang bos sudah menyuruh saya untuk mengurus dokumen itu. Tapi kemarin-kemarin istri saya sakit, jadi kelupaan terus untuk mengurusnya. Hingga istri saya meninggal 28 September lalu, saya lupa untuk mengurusnya,” ujarnya saat gelar perkara, Rabu 6 Desember 2017.

Saat diperiksa, kapal tongkang yang dibawa Bokcik dan ABK-nya ternyata bermuatan 75 ton liter BBM premium dan 60 ton liter BBM jenis Solar bersubsidi. Oleh karena itu, Bokcik bersama tiga ABK-nya digelandang ke Mako Ditpolair untuk pemeriksaan.

“Saya sudah 10 tahun jadi nakhoda, tapi baru kali ini bawa kapal tidak lengkap dokumen karena lupa diurus,” akunya.

Baca :   Kondisi Koma Demonstran Tolak RUU KPK dan KUHP, Keluarga Dikirim Surat Penetapan Tersangka

Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar menjelaskan, pihaknya telah memeriksa empat orang dan telah menetapkan satu orang tersangka yakni Suherman alias Bokcik yang merupakan nakhoda kapal.

“Tersangka membawa BBM dengan kapal tanpa dilengkapi dokumen izin dari Dirjen Migas sehingga BBM yang diangkutnya tersebut dianggap ilegal,” jelasnya.

Robinson menjelaskan, BBM yang dibawa dari Depo Kertapati dibeli dengan cara sah serta legal dan hendak disalurkan ke APMS yang resmi di Sungsang, peruntukan para nelayan di sana.

Seelah penyelidikan diketahui Surat izin Usaha Angkutan Sungai dan Daya untuk Koperasi Aneka Usaha telah habis masa berlakunya. Tugboat Titian Abadi yang menggandeng tugboat Aneka Usaha berlayar tanpa memiliki surat persetujuan olah gerak kapal.

Robinson berujar, pemilik BBM adalah Koperasi Aneka Usaha, pemilik tongkang Aneka Usaha berinisial AR dan Pemilik tugboat berinisial T.

Baca :   Berita Foto : Kericuhan Mahasiswa Aksi Unjuk Rasa Tolak RUU KPK

“Nakhoda yang kami jadikan tersangka karena nakhoda yang harus bertanggung jawab atas segala kelengkapan dan keselamatan di atas kapal. Untuk para pemilik usaha tugboat dan tongkang ya akan kami periksa nanti,” ujarnya.

Pihaknya menyita barang bukti berupa satu unit tugboat Titian Abadi GT15, satu unit kapal tongkang Aneka Usaha GT56, 75.000 liter BBM jenis premium, 60.000 liter BBM jenis solar bersubsidi, dua lembar surat pengantar pengantar pengiriman nomor DO: 8022268732 dan DO: 8022268483.

Tersangka dijerat dengan pasal 53 huruf b UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang migas ancaman hukuman empat tahun penjara.

“Karena ancaman dibawah lima tahun, selama penyelidikan hingga P21 kepada jaksa nanti, tersangka tidak kami tahan,” ujarnya. (Red)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed