oleh

Keuntungan BOT di Sumsel Minim

Kanal:Peristiwa|0 dilihat

REPORTASE – Build Operated Transfer (BOT) yang dilakukan Pemprov Sumsel dengan pihak ketiga atau investor dinilai menguntungkan. Namun, keuntungan tersebut masih sangat minim

“Pertahun itu keuntungan yang masuk dalam PAD Sumsel hanya Rp 6 miliar,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Ahmad Mukhlis, Minggu, 18 Februari 2018.

Keuntungan Rp 6 miliar ini berasal dari lahan parkir dan sewa lahan terhadap pembangunan yang di BOT kan. Ini menurutnya sudah sesuai dengan perjanjian, dimana dalam perjanjian BOT setiap daerah hanya mendapatkan 10 persen per tahun dari keuntungan pihak ketiga.

“Perjanjian ini baru berjalan ketiga pembangunan sudah mulai beroperasi,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Mukhlis, BOT yang berjalan di Sumsel kurang dari 10 bangunan seperti Palembang Sport Convention Center (PSCC), sedangkan untuk Pasar Modern Cinde saat ini masih dalam proses pembangunan sehingga PAD belum dapat ditarik.

Ia mengaku setiap BOT yang dilakukan memiliki nilai investasinya berbeda-beda tergantung pembangunannya. Selain itu juga sistem BOT ini merupakan alternatif sistem pembangunan tanpa modal sehingga keuangan Pemprov Sumsel dapat dilakukan untuk keperluan lainnya.

“Nantinya setelah berjalan selama 30 tahun maka bangunan tersebut akan menjadi seutuhnya milik Pemprov Sumsel,” pungkasnya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed