oleh

Demo Anti Pemerintah, Polisi Iran Tahan 450 Warga

Kanal:Internasional|0 dilihat
aksi protes di Iran

REPORTASE – Pemimpin Tertinggi Iran pada hari Selasa menuduh musuh-musuh Republik Islam menimbulkan keresahan di seluruh negeri karena tindakan keras meningkat terhadap demonstrasi anti-pemerintah yang dimulai pekan lalu.

Polisi telah menahan lebih dari 450 pemrotes di ibukota Teheran selama tiga hari terakhir, kata wakil gubernur provinsi tersebut.

Para pemrotes juga menyerang kantor polisi di tempat lain di Iran pada Senin malam, kantor berita dan laporan media sosial mengatakan,  seorang anggota pasukan keamanan dilaporkan tewas dalam aksi protes tersebut.

Selain itu 14 korban dilaporkan tewas yang berasal dari tantangan paling berani bagi kepemimpinan klerus Iran sejak kerusuhan di tahun 2009. Dalam reaksi pertamanya terhadap kerusuhan tersebut, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, dalam beberapa hari ini, musuh-musuh Iran menggunakan alat yang berbeda termasuk peralatan tunai, senjata, politik dan intelijen untuk menciptakan masalah bagi Republik Islam.

Baca :   Sebelum Pesan Grab, Penumpang Wajib Selfie

Dalam situsnya, Khamenei mengatakan, akan berbicara tentang kejadian baru-baru ini  “kapan waktunya tepat”tulis Khamenei, dikutip dari Reuters, Rabu 3 Januari 2018.

Dia tidak menyebutkan nama musuh apapun, namun Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, mengatakan bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Arab Saudi berada di balik kerusuhan di Iran baru-baru ini.

“Saudi akan menerima tanggapan tak terduga dari Iran dan mereka tahu betul bagaimana hal itu bisa terjadi,” kata Shamkhani seperti dikutip oleh Tasnim dalam sebuah wawancara dengan Al Mayadeen TV yang bermarkas di Beirut.

Musa Ghazanfarabadi, ketua Pengadilan Revolusi Teheran, memperingatkan pemrotes pada hari Selasa bahwa mereka yang ditangkap akan menghadapi hukuman berat. Kantor berita semi-resmi ILNA mengutip Ali Asghar Naserbakht, wakil gubernur provinsi Teheran, mengatakan bahwa 200 orang ditangkap pada hari Sabtu di Teheran, sementara penangkapan kembali terjadi sebanyak 150 orang pada hari Minggu dan sekitar 100 orang pada hari Senin.

Baca :   Sebelum Pesan Grab, Penumpang Wajib Selfie

Ratusan lainnya ditangkap di kota lain, menurut laporan keagenan dan media sosial. Naserbakht mengatakan situasi di Teheran terkendali dan polisi belum meminta bantuan pasukan khusus Garda Revolusi.

Wakil Menteri Dalam Negeri Hossein Zolfaghari mengatakan 90 persen tahanan berada berumur di bawah 25 tahun, menunjukkan frustrasi di kalangan pemuda dari situasi ekonomi dan kurangnya kebebasan sosial.

Kantor berita Mehr mengutip seorang pejabat pengadilan yang mengatakan bahwa beberapa pemimpin protes di Karaj, kota terbesar keempat di Iran, telah ditangkap.

Baca :   Sebelum Pesan Grab, Penumpang Wajib Selfie

Ghazanfarabadi mengatakan bahwa para tahanan akan segera diadili dan para pemimpin akan menghadapi tuduhan serius termasuk “moharebeh” – sebuah istilah Islam yang berarti berperang melawan Tuhan – yang membawa hukuman mati. Kepala pengadilan Iran Sadeq Larijani memerintahkan jaksa pada hari Senin untuk “menghukum para perusuh dengan tegas”.

Demonstrasi yang meletus pekan lalu pada awalnya difokuskan pada kesulitan ekonomi dan dugaan korupsi namun berubah menjadi demonstrasi politik. Kemarahan segera diarahkan pada kepemimpinan klerus yang telah berkuasa sejak revolusi 1979, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi dalam sistem pemerintahan dual clerical dan republik Iran. ( Red )

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed