oleh

Ada 260 TPS Rawan di Sumsel, Kapolda Haramkan Anggota Selfie Bareng Paslon

Kanal:Peristiwa|0 dilihat
Gelar pasukan Operasi Mantap Praja Musi 2018 untuk pengamanan Pilkada di Sumsel.

REPORTASE – Polda Sumatera Selatan memetakan, dari 18.000 Tempat Pemungutan Suara ( TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti, 260 diantaranya masuk dalam kategori rawan.

Rawannya 260 TPS tersebut terdiri dari beberapa faktor yakni, rawan penyaluran logistik, rawan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta rawan intimidasi terhadap pasangan calon kepala daerah.

”  Empat Lawang, Kota Palembang, dan OKU Timur termasuk rawan,”kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara,  usai Apel Operasi Mantap Praja Musi untuk pengamanan Pilkada, Jumat 5 Januari 2018.

Baca :   Lima Remaja Tewas Terseret Ombak Saat Liburan di Pantai

Diungkapkan Zulkarnain dalam pengamanan Pilkada nanti, sebanyak  9.300 personel dikerahkan.

Seluruh pengamanan difokuskan untuk memantai jadwal tahapan, pengamanan logistik, pengamanan penghitungan suara, serta pengawalan kotak suara.

” Kepada Calon juga akan ditempel oleh anggota hingga Pilkada selesai,”ujarnya.

Tim satgas khusus penyelenggaraan pilkada juga telah dibentuk, seperti satgas money politik yang bertugaas untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan demokrasi dan satgas Cyber Troops untuk mencegah dan mengantisipasi kampanye hitam serta berita bohong (hoax) yang berpotensi bermunculan di masa kampanye Pilkada.

” Anggota dilarang berpolitik, haram dan najis bagi anggota yang berselfie bareng Paslon, “ujarnya.

Sanksi kepada para anggota yang ikut berpolitik menanti, jika pada penyelenggaraan terbukti memihak salah satu calon, beripa  sanksi etika, sanksi profesi, serta tindak pidana pemilu.

” jika nantinya ada laporan terhadap Paslon, laporanya tetaap diterima. Tetapi prosesnya ditunda sampai Pilkada selesai. Ini upaya agar instansi Kepoisian tidak digunakan sebagai alat politik oleh beberapa pihak,”kata dia.

Ketua KPU Sumsel Aspahani menambahkan, saat ini pihaknya fokus dalam tahapan pendaftaran calon pada 8-10 Januari mendatang.

“Untuk pengamanan tahapan penyelenggaraan kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI. Jangan sampai terjadi ada pemaksaan kehendak, berkas yang tidak lengkap,” ujarnya. ( red )

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed