oleh

Polisi dan BNN Sudah Tembak Mati 7 Bandar Narkoba di Sumsel

Kanal:Hukum & Kiminal|171 dilihat

REPOTASE –  Sepanjang 2018, sudah tujuh para bandar narkoba yang ditembak mati oleh pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, lantaran tertangkap hendak menyelundupkan sabu dan ekstasi.

Tujuh bandar narkoba yang ditembak mati tersebut yakni, Michael (30), Erwin (26) dan Jonly (27) dengan barang bukti 5,1 kilogram sabu. Ketiganya ditembak pada Minggu (19/4/2018), di Kabupaten Banyuasin, Sumsel ketika hendak melarikan diri saat digerbek oleh petugas Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Selanjutnya,  BNN Sumsel juga menembak mati dua pelaku bandar narkoba inisial H warga Balelang dan Y warga Cakung, Jakarta Timur saat hendak menyelundupkan tiga kilo sabu dan 5.000 butir pil ekstasi dari Malaysia, keduanya ditembak mati pada Rabu (9/5/2018).

Setelah itu, Baharudin warga jalan desa Lalang Sembawa, Kabupaten Banyuasin, juga ditembak mati setelah kedapatan membawa barang bukti 1 kilogram sabu pada Jumat (31/8/2018)

Dan terakhir,  Haryanto (30) warga Desa Air itam, Kecamatan Penukal, kabupaten PALI, Sumsel pada  Kamis (6/9/2018) kemarin.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sumsel, Kombes Pol Farman mengakui, jika peredaran narkoba di Bumi Sriwijaya mulai menjadikan “pasar” para bandar untuk mengedarkan barang haram tersebut. 

 Wilayah Sumsel, menurutnya dahulu hanya sebagai wilayah perlintasan untuk menyelundupkan sabu di pulau Sumatera. Namun saat ini telah menjadi lokasi tempat pengedaran hingga telah sangat meresahkan masyarakat.

Tindakan tegas dengan menembak mati kepada para bandar, menurut Farman sebagai langkah efektif membuat panik para pelaku untuk tidak kembali menyelundupkan narkoba.

“ Tak hanya merusak generasi muda, tapi narkoba bisa merusak bangsa, jika pecandu dan pengedar marak beraksi,” kata Farman, Jumat (7/9/2018).

Dilanjutkan Farman, peran dari masyarakat untuk memberikan informasi jika maraknya peredaran diwilayah mereka sangat penting. Sehingga petugas bisa langsung melakukan penindakan dan menangkap para pelaku.

“ Masyarakat sangat penting, jangan takut memberikan informasi. Pelaku juga tak segan akan kami tembak mati jika melakukan perlawanan,” ujarnya.

Haryanto (30) yang baru ditembak mati menurut Farman merupakan sindikat bandar yang beroperasi di wilayah Sumatera. Bahkan pelaku pun mengirimkan sabu ke Provinsi Jambi.

Dari pengakuan Didik (26) dalam setiap transaksi mereka selalu menjual sabu dalam jumlah besar. Bahkan 5 kilogram sabu habis terjual hanya kurun waktu dua pekan.

“ Pelaku merupakan sindikat yang sudah lintas provinsi. Jaringan mereka yang lain sekarang sedang kita buru,” ungkapnya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed