oleh

Nasib Gembong Curanmor Berakhir Diujung Pistol

Kanal:Hukum & Kiminal|0 dilihat
Jenazah Hasbi gembong ranmor ketika di ruang kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang

REPORTASE – Unit IV Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel akhirnya menangkap salah seorang residivis di Palembang yakni, Hasbi, 29. Bahkan, anggota kepolisian harus menembak mati lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap.

Berdasarkan informasi, Hasbi yang tercatat Warga Jalan DI Panjaitan Lorong Hoktong, Gang Pertemuan, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Palembang ini telah beraksi sejak tiga tahun terakhir dan menjadi target operasi (TO) Polresta Palembang.

Hasbi ini setidaknya sudah dua kali hendak ditangkap pihak kepolisian, namun berhasil melarikan diri. Dimana pertama dua tahun lalu ketika hendak ditangkap dirumahnya tapi berhasil kabur. Kemudian, pada Oktober lalu, ketika ingin ditangkap di Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur II, tapi kembali berhasil kabur. Akhirnya, Kamis (28/12) pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan Hasbi ini terlibat laporan pencurian di 12 TKP yang berbeda, dimana enam laporan tercatat di Polresta Palembang, dua laporan di Polsek Seberang Ulu (SU) I, satu laporan di Polres Ogan Ilir (OI), satu di Polsek Plaju serta TKP lainnya masih dalam penyelidikan.

“ Tersangka ini tergolong sadis setiap melakukan aksinya, bahkan tidak segan melukai korban jika melawan saat dirampasnya,” katanya saat pers rilis di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Kamis 28 Desember 2017.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Ia menerangkan saat Hasbi diringkus, dia (Hasbi) melakukan perlawanan dengan menembakan senjata api rakitan (Senpi) ke dada Kanit IV Subdit Jatanras Kompol Zainuri, beruntung anggota memakai rompui anti peluru sehingga tidak terluka. Melihat perlawanan tersebut, Zainuri mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak balik tersangka hingga akhirnya peluru bersarang di dada tersangka.

“Setelah ditembak tersangka pun akhirnya roboh dan napas pun berhenti,” terangnya.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Tindakan tegas yang diambil ini, sambung Zulkarnain, sesuai dengan intruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk para pelaku kejahatan yang meresahkan warga dan membahayakan petugas kepolisian. Jadi, tidak ada yang menyalahi aturan dalam tembakan tersebut.

Ia menambahkan, untuk Barang Bukti (BB) yang disita yakni sepucuk senjata api rakitan jenis revolver, 17 amunisi aktif caliber 9 milimeter, satu selongsong peluru, serta satu kunci T yang digunakan untuk mencuri.

“Kedepan kami akan sikat siapapun pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) serta Bandar narkoba yang menjual berkilo-kilo,” tegasnya. ( Red )

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed