oleh

Napi Kasus Narkoba Kirim Sabu 5,6 Kilogram Dari Balik Lapas

Kanal:Hukum & Kiminal|0 dilihat
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika melakukan gelar perkara ungkap kasus narkoba.

REPORTASE – Narkoba jenis sabu sebanyak 5,6 kilogram berhasil diamankan Direktorat Reserse Narkoba Sumatera Selatan dari Muhammad Ican (26), warga Jalan Pangeran Antasari, Lorong Kedipan, RT 14 RW 3, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang dikediamannya.

Diketahui, Ican merupakan kaki Tangan dari Bandar narkoba bernama Ridwan alias Yoga (20) yang kini sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mata Merah Palembang.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkaranain Adinegara mengatakan,awalnya mereka mencium adanya penyelundupan sabu dari Medan melalui jalur darat. Penyelidikan pun dilakukan hingga akhirnya Ican teratangkap pada 25 Desember 2017 kemarin, bersama barang bukti sabu sebanyak 5,6 kilogram yang disembunyikan didalam tas ransel.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Dari hasil pemeriksaan, tersangka kembali bertambah dan petugas menangkap Muhammad Husen alias Apek (19) warga Jalan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang yang merupakan anak buah dari Ican . Apek mengaku diperintah oleh Ican untuk mengedarkan narkoba.

“326 gram sisanya telah dipecah menjadi paket-paket kecil oleh tersangka dan sudah beredar di Palembang “ kata Zulkaranain saat gelar perkara, Jumat 28 Desember 2017.

Zulkarnain menambahkan, narkoba tersebut dipesan dari Medan oleh Ridwan, napi itupun diketahui memiliki jaringan luas untuk memasok sabu dari luar Sumatera Selatan.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

“ Ridwan memesan dari Bandar yang juga masih menjalani masa tahanan di Lapas Medan. Peran tersangka Ican mengambil bnarang yang dikirimkan oleh napi Medan itu dan Apek yang mengedarkan di Palembang. Sekarang Ridwan sudah diamankan untuk diperiksa. Kita masih kembangkan,” ujar Kapolda Sumsel.

Pihak kepolisian juga mensinyair jika masih ada rekanan tersangka Ridwan yang memasok narkoba keberbagai wilayah meskipun mendekam dibalik sel tahanan.

“ Ini baru puncak dari gunung es, ada yang lebih besar lagi dari ini, ”kata dia.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Atas perbuatan ketiga tersangka, Polisi akan menerapkan ancaman hukuman mati terhadap mereka  berdasarkan pasal 112 Jo pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkoba.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Selatan Sudirman D Hury ketika dikonfirmasi menjelaskan, tidak ada satupun napi mereka bernama Ridwan alias Yoga yang mendekam di Lapas Merah Mata.

“ Dari sebanyak  1024 orang Napi khusus kasus Narkoba tidak ada satupun napi yang bernama Muhammad Ridwan alias Yoga baik itu blok narkoba maupun di criminal umum,” singkat Sudirman D Hury. ( Red )

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed