oleh

Mantan Ketua MK Akan Diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung Jakarta

Kanal:Hukum & Kiminal|35 dilihat

REPORTASE- Mantan Ketua Mahkama Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi mangkraknya pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang di gedung Bundar Kejaksaan Agung Jakarta.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Khaidirman mengatakan, pemeriksaan terhadap Jimly akan berlangsung pada Senin (12/4/2021) besok.

Menurut Khaidirman, pemeriksaan Jimly sebelumnya akan dilaksanakan di Kejati Sumatera Selatan. Namun, atas permintaan Jimly pemeriksaan pun dipindahkan ke Kejaksaan Agung Jakarta karena saksi berdomisili di daerah tersebut.

“Supaya tidak menghambat penyidikan maka penyidik jemput bola. Lagi pula beliau dipanggil sebagai saksi,”kata Khaidirman, Jumat (9/4/2021).

Jimly diperiksa sebagai saksi lantaran sempat menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya pada 2015 lalu. Keterangannya diperlukan untuk menindak lanjuti mangkraknya pembangunan masjid terbesar se Asia tersebut.

Meski diperiksa di Kejaksaan Agung Jakarta, penyidik yang dikirimkan tetap berasal dari Kejati Sumatera Selatan.

“Untuk pemeriksaan saksi Alex Noerdin tetap di Kejati Sumsel, sejauh ini hanya untuk saksi Jimly yang di Jakarta,”ujarnya.

Terpisah, Jimly Asshiddiqie dikonfirmasi lewat pesan singkat membenarkan jika dirinya dipanggil penyidik untuk diperiksa sebagai saksi terkait pembangunan masjid Sriwijaya.

Jimly pun mengaku siap memberikan seluruh keterangan atas kasus tersebut.

“Tanya ke penyidiknya, semua informasi hanya untuk penyidik guna memperkuat pembuktian terhadap tersangk.Semoga kasus ini cepat selesai dan mengungkap siapa yang salah. Apalagi urusan masjid harus ditindak tegas,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejati Sumatera Selatan menetapkan empat orang tersangka atas kasus mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya. Mereka adalah  Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya 2015-2018, Eddy Hermanto, ketua panitia divisi lelang pembangunan Masjid Sriwijaya, Syarifudin. Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Yudi Arminto dan terakhir  kerjasama operasional (KSO), PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Dwi Kridayani. 

Pembangunan masjid  dengan luas lahan 20 hektare (ha) itu, diketahui telah mengeluarkan dana Rp130 miliar untuk pembangunan awal masjid yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dari Pemprov Sumatera Selatan.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed