oleh

Karena Sudah Tua, Polisi Enggan Tahan dokter Wim

Kanal:Hukum & Kiminal|0 dilihat

dokter Wim yang diduga melakukan praktik aborsi saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumsel.(Credit Photo: Red/Reportase.net)

REPORTASE – Tersangka kasus dugaan praktik aborsi, dr Wim Ghazali tidak ditahan usai diperiksa puluhan jam di Polda Sumsel pasca ditangkap di Praktek Dokter Bersama di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (6/12) sekitar pukul 18.00.

Diketahui, dr Ghazali dan tersangka NM alias Mia, melenggang dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kamis (7/12) sekitar pukul 17.00 usai diperiksa penyidik Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel.

Saat menyambangi kediaman dokter Wim Ghazali di Komplek PU, Jalan Pertiwi nomor A 15, RT15/3, Kelurahan Sungai Baung, Kecamatan Ilir Timur I, rumah bercat dinding batu berwarna abu dan coklat ini tampak lengang.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Pintu depan bewarna hitam tampak setengah terbuka. Di garasi samping rumah terparkir mobil Honda Brio warna abu-abu berplat nomor BG 1173 UH, mobil serupa yang digunakan dokter Wim saat menyambangi Polda Sumsel sehari sebelumnya.

Saat meminta izin masuk ke dalam rumah, seorang wanita muda berkemeja biru menyambut kedatangan para wartawan yang hendak menemui dokter Wim.

Saat menanyakan kepada satu orang lainnya yang tidak menampakkan dirinya ke luar rumah, wanita berambut sebahu tersebut menyebutkan bahwa dokter Wim tidak bersedia untuk diwawancara.

“Tidak mau diwawancara katanya, maaf ya mas,” ujar wanita tersebut.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Saat rombongan wartawan hendak beranjak dari rumah dua lantai tersebut, dokter Wim datang dari arah jalan raya menuju rumahnya dengan setelan sarung hitam-abu, berkemeja putih, dan berpeci putih.

Para wartawan pun segera mendekat kepada dokter Wim, yang diketahui baru saja menunaikan salat Ashar berjamaah di Masjid Maskanussalam, yang terletak sekitar 50 meter dari rumahnya tersebut.

“Jadilah yo, dak usah wawancara,” ujarnya menolak permintaan para wartawan sambil melempar senyum simpul. Saat wartawan beranjak, pria paruh baya ini pun melambaikan tangannya sambil masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumahnya.

Kasubdit IV/Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel mengatakan, pihaknya tidak menahan dokter Wim dan Mia dengan dua alasan yang berbeda.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

“Untuk dokter Wim tidak kami tahan karena sudah lanjut usia. Sementara untuk tersangka Mia, diketahui dia sudah mendapatkan suntikan penggugur kandungan, sehingga masih memerlukan perawatan medis. Oleh karena itu, keduanya tidak kami tahan,” ujarnya.

Meski dua tersangka tidak ditahan, pihaknya masih terus mengembangkan penyidikan dan terus mencari bukti-bukti aborsi yang diduga telah dilakukan oleh Dr Wim sejak awal tahun 2000-an ini.

“Kalau untuk hasil pemeriksaan kemarin, biar diungkap dipersidangan saja. Yang pasti keduanya sudah berstatus tersangka dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan UU yang ada,” jelasnya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed