oleh

Dokter dan Mahasiswi Tepergok Lakukan Aborsi

Kanal:Hukum & Kiminal|0 dilihat

REPORTASE –Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan menangkap seorang dokter umum bernama Wim Ghazali (72) lantaran diduga telah melakukan praktik aborsi.

Selain dokter Wim, petugas juga mengamankan Mahasiswi berinisial NM (24) yang ketika itu diduga hendak menggugurkan kandungannya di tempat praktik dokter Wim di tempat praktik Dokter-Dokter Spesialis Yayasan Dr Muhammad Ali, Jalan Jenderal Sudirman nomor 102, Simpang Charitas tepatnya di samping RM Pagi Sore, Kelurahan 20 Ilir D-1, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 7 Desember 2017.

Informasi yang dihimpun, petugas unit Reknata Ditreskrum Polda Sumsel menyelidiki dugaan aborsi yang sudah lama digeluti oleh dokter Wim sejak lama.

Saat mendatangi tempat praktik dokter Wim, Polisi menemukan beberapa jenis obat yang diduga untuk mengugurkan kandungan diruang praktik. Sementara, NM ketika itu sedang terguling didalam ruangan tersebut.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

NM sendiri mengakui, jika dirinya sengaja datang dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ke Palembang untuk melakukan aborsi kandungannya.
Dia mengetahui tempat praktik dokter Wim dari rekomendasi temannya di OKU.

” Saya memang mau aborsi, ingin kembali menstruasi lagi. Tahu dari teman tempat ini. Saya baru saja disuntik,”kata NM, diruang penyidik.

Namun, dokter Wim membantah apa yang diutarakan oleh NM. Menurutnya, sejak satu bulan terakhir ada dua pasien wanita yang datang karena telat menstruasi.

” Saya hanya mengobati wanita telat datang bulan. Bukan aborsi,”bantah Wim, tanpa mau menjelaskan penyakit NM.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Kasubdit IV/Remaja anak-anak dan wanita Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Suwandi dikonfirmasi mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, NM sebelumnya pernah datang ke tempat praktik dokter Wim untuk melakukan aborsi. Ketika itu, NM diberikan obat penghancur janin namun tidak bereaksi.

” Karena tidak beraksi itulah, NM kembali datang dan meminta disuntik oleh dokter Wim,”kata Suwandi.

Meskipun dokter menyangkal melakukan tindakan aborsi, Polisi masih tetap melakukan pemeriksaan secara intensif terkait kasus tersebut.

” keterangan keduanya memang berbeda. Tetapi kita tetap periksa terlebih dahulu, ada beberapa barang bukti berupa gumpalan darah. Sekarang sudah diambil untuk dijadikan barang bukti dan diperiksa oleh labfor,” ujarnya.

Baca :   Kapolri Copot Kapolda Sultra Paska Tewasnya Dua Mahasiswa

Dari lokasi praktik dokter Wim, petugas menyita barang bukti berupa satu lembar surat pendaftaran kontrol berobat, tiga botol besar obat suntik yang sudah dipakai, satu botol sedang obat suntik yang sudah habis dipakai, satu botol kecil obat suntik yang sudah habis dipakai, satu bungkus obat suntik yang sudah terbuka, tiga butir pil berwarna putih, serta satu buah tong sampah yang didalamnya ditemukan botol obat suntik yang sudah dipakai habis.

Jika terbukti, dokter Wim bisa dijert dengan pasal pasal 77 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed