oleh

Wagub Mawardi Yahya Launching Gasra

Kanal:Headline|76 dilihat

REPORTASE – Bertempat di Ballroom The Zuri Hotel Palembang, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya resmi melaunching gasra (gas untuk rakyat) oleh PT Citra Nusantara Gemilang (PT CNG). Wagub Mawardi Yahya berharap penggunaan gasra dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat Sumsel antara lain: ekonomis, aman, efisien, flexibel, dan keandalan supply.

Selain itu, orang nomor dua di Sumsel ini mengapreasiasi kerjasama yang terjalin antara PT CNG dengan PDPDE sebagai perusahaan daerah yang pengawasannya berada di bawah Pemprov Sumsel.

“Kami minta agar PT CNG tidak hanya bekerjasama dengan PDPDE saja, namun dapat bekerjasama dengan perusahaan gas lainnya”, jelas Mawardi, Jumat (18/1).

Pada kesempatan ini, Mawardi Yahya mengungkapkan, dalam waktu dekat  PDPDE akan berubah menjadi Persero, sehingga diharapkan kualitas managemennya menjadi lebih baik, sebab kewenangannya langsung ditangani oleh direksi, tanpa intervensi dari Gubernur ataupun Wakil Gubernur.

Baca :   Lebaran 2019, Presiden Jokowi Tak Salat Id di Masjid Istiqlal

Ditambahkan suami dari Fauziah ini, Pemprov Sumsel membuka keran investasi seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di Sumsel.

“Peluang investasi di Sumsel terbuka lebar. Kami mengajak kepada para pengusaha untuk berinvestasi di Sumsel, tentu saja dengan turut memberdayakan SDM lokal, sehingga turut membantu kami, HDMY dalam menekan angka kemiskinan menuju satu digit, sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan” bebernya.

Tidak hanya itu saja, dengan keberadaan PT CNG yang menyediakan gasra bagi masyarakat Sumsel, Mawardi Yahya berharap PT CNG dapat menyumbang PAD bagi Sumsel.

Sementara itu, Direktur PT CNG Hiilir Raya Hernoe Roesprijadji mengisahkan bermulanya PT CNG mengolah gas terkompresi untuk rakyat tersebut, terinspirasi sejak sekitar tahun 2005-2006, di mana Sumsel sebagai provinsi lumbung pangan dan energi.

Baca :   Jabat Kapolda Sumsel, Irjen Firli Minta Pemerintah Aktif Cegah Aksi Kejahatan

“Bermula pada 2005-2006 saat kami berkunjung ke Palembang, pada saat itu Sumsel adalah lumbung pangan dan energi. Namun kenyataannya gas alam yang ada belum dapat dinikmati masyarakat Sumsel secara luas”, kata Hernoe Roesprijadji.

Terdorong hal itu, pihaknya yang semula bergerak pada gas bagi kendaraan berbahan bakar gas bagi angkutan umum dan kendaraan dinas pemerintah, menemukan gas terkompresi yang kemudian dapat dialirkan bagi masyarakat luas. Sebab amat disayangkan jika Sumsel sebagai penghasil gas, namun justru aliran gas hanya di distribusikan ke Singapura dan Jawa saja.

Baca :   LBH Banda Aceh : Kesalahan Manajemen Rutan

Atas hal tersebut, PT CNG Hilir Raya mencoba merambah distribusi gas terkompresi ke sektor industri dan sektor ritel.

“Di Palembang terdapat 1500 unit kendaraan yang menggunakan BBG, namun pada perkembangannya kemudian hanya 30 persen saja yang menggunakan BBG. Selanjutnya dengan pesatnya perkembangan kota Palembang hampir di segala bidang, semuanya membutuhkan bahan bakar yang kompetitif,” ujarnya.

Di lain pihak Direktur Utama PT CNG Rony Trianto berharap keberadaan PT CNG dapat memberikan manfaat bagi sektor industri, terutama usaha ritel, kecil, dan menengah.

“Ini adalah usaha kami bagaimana membantu kota Palembang dan Sumsel untuk mendistribusikan gas. Palembang adalah contoh kisah sukses penggunaan BBG selain Jakarta,” ungkap Rony Trianto.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed