oleh

Virus Corona B.1.1.7  Terdeteksi di Palembang

Kanal:Headline|67 dilihat

REPORTASE- Virus Corona B.1.1.7 ternyata sudah masuk ke Palembang, Sumatera Selatan sejak 11 Januari 2021 kemarin.

Hal itu diketahui setelah adanya pengemuman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan mutasi virus Corona asal Inggris B.1.1.7 itu sudah merebak di empat Provinsi di Indonesia, salah satunya di Sumatera Selatan.

Kepala Seksi (Kasi) Survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Yusri mengatakan, adanya mutasi virus Corona masuk ke Palembang setelah mereka melakukan uji pemeriksaan di laboratorium Jakarta. 

“Kemenkes yang menyampaikan informasi ke kita ada satu sampel dari kita yang ternyata terpapar B.1.17. Kita cukup terkejut mendapat kabar tersebut,”kata Yusri, Selasa (9/3/2021).

Yusri mengatakan, setelah mendapatkan kabar tersebut mereka langsung melakukan tracing untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang yang sempat kontak erat dengan  pasien tersebut.

Sementara, orang yang terpapar B.1.1.7 itu saat ini telah dinyatakan sembuh dari varian mutasi virus Corona tersebut.

“Hasilnya PCRnya sudah negatif dan sembuh. Namun kami tetap melakukan investigasi terpapar dari mana,”ujarnya.

Yusri menerangkan, seluruh sampel swab di Palembang di kirimkan ke Jakarta. Hal itu dilakukan untuk melakukan kroscek untuk pengendalian mutu penyebaran varian virus Corona.

Gejala seseorang terpapar B.1.1.7 sendiri diterangkan Yusri tak berbeda jauh dari virus Covid-19. Dimana penderitanya merasakan demam, mual pusing. Namun, virus itu lebih cepat menular dibandingkan virus Corna.

“Secara kasat mata hampir sama gejala yang dirasakan. Kami juga masih mempelajari varian virus baru ini,”jelas Yusri.

Terpisah, ahli Mikrobiologi Universitas Sriwijaya, Profesor Yuwono menambahkan, ia sudah mengingatkan penyebaran B.1.1.7 sejak September 2020 lalu. 

Akan tetapi, imbauan itu kurang mendapatkan respons dari pemerintah. Menurutnya, B.1.1.7 itu merupakan mutasi pada gen S yang memilii daya sebar lebih cepat dibandingkan dengan Covid-19.

“Mutasi ini diduga menambah daya tular, namun tidak menambah daya keparahan penyakit. Jadi tak bisa orang dinyatakan orang kena B.1.1.7 berdasarkan gejala klinisnya saja,”ujar Yuwono.

Menurut Yuwono, pemeriksaan B.1.1.7 ini sebetulnya bisa digunakan dengan alat PCR.

“Tetapi reagen khususnya probe atau primer pelacak gen S belum ada. Baru di Litbangkes yang punya. Kalau Palembang sudah ada, tidak sulit mendeteksi B.1.1.7,”kata Yuwono.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed