oleh

Kebijakan Yang Strategis Dari Kemenperin Terkait Industri Kimia Hilir

Kanal:Ekonomi & Bisnis, Headline|40 dilihat

REPORTASE – Kementerian Perindustrian akan meningkatkan daya saing industri kimia hilir melalui kebijakan-kebijakan strategis pada penguatan struktur industri, Standar Nasional Indonesia (SNI), mempromosikan industri prioritas, dan menciptakan iklim yang kondusif.

Plt Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Abdul Rochim menyebutkan, pengembangan ilmu inovasi pengetahuan dan teknologi perlu ditingkatkan agar menciptakan nilai tambah yang tinggi didalam negeri.

Baca :   Babak Pertama, Persita Unggul 1-0 Atas Sriwijaya FC

“Perlu mengembangkan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis digital untuk menciptakan nilai tambah yang tinggi didalam negeri seiring dengan penerapan industri 4.0,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (10/9).

Selanjutnya, Rochim mengatakan guna mendorong transformasi-transformasi tersebut, pihak Kemenperin menyiapkan berbagai kebijakan agar industri segera bisa menerapkan tranformasi industri 4.0.

Baca :   Ketum FPTI Sumsel : Tak Ada Alasan Untuk Jalan di Tempat

Sementara, Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin Taufik Bawazier mengatakan terkait kebutuhan bahan baku industri kimia, Kemenperin akan membangun kembali pusat aromatik Tuban yang dioprasikan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama.

“Kami akan menghidupkan kembali pusat aromatik Tuban. Impor bisa turun secara bertahap, dari 90 persen menjadi 80 persen sampai lima tahun,” kata Taufik.

Baca :   Dermaga Pasar 16 Ilir Sempit, Budi Karya Ingin Tambah Sekitar 200 Hingga 300 meter

 

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed