oleh

Sumsel Bangun 3.000 Rumah Murah Bagi TNI, Polri dan ASN

Kanal:Headline|159 dilihat

REPORTASE – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kodam II Sriwijaya dan Polda Sumsel berkerjasama dengan developer PT Cipta Arsigriya, menggagas pertama dan satu-satunya di Indonesia kawasan perumahan gabungan terintegrasi untuk tiga instansi sekaligus. 
Perumahan yang akan dibangun seluas 50 hektar ini berlokasi di kawasan terbaik di Palembang yaitu di kecamatan Alang-Alang Lebar.

Hal tersebut diperkuat dengan Penandatanganan MoU Bhayangkara Praja Sriwijaya Land (BPS Land) PT Cipta Arsigriya dengan Pemprov Sumsel, Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya di Griya Agung, Kamis (24/01). 

MoU ini juga dihadiri oleh Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irawan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, Kepala BNNP Sumsel Jhon Turman Panjaitan, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, gagasan ini dicetuskan seminggu setelah ia dilantik. Dia memikirkan perumahan khusus untuk pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri. 

Baca :   Kebijakan Yang Strategis Dari Kemenperin Terkait Industri Kimia Hilir

“Kami bertiga (Pemprov, Pangdam, Kapolda) berinisiatif untuk memfasilitasi para prajurit, pegawai negeri dan polri agar dapat punya kemantapan. Ini sebenarnya rumah murah tapi tidak murahan harganya berkisar Rp 130 juta dengan fasilitas yang sangat baik termasuk airnya sudah PAM, listrik sudah ada dan dilengkapi rumah ibadah,” ungkap Deru.

Menurutnya, rumah merupakan kebanggaan pokok ketika seseorang memutuskan berkeluarga. Oleh sebab itu perumahan ini menjadi solusi untuk para pegawai, prajurit TNI, dan anggota Polri. Ia juga meminta developer tidak memakai uang Down Payment (DP). 

“Jangan terlalu sulit untuk mendapatkan ini, terutama di proses perbankan. Kalau bisa dipermudah 3.000 unit rumah ini. Saya yakini akan menjadi kota baru, di sana akan menjadi wilayah hunian baru dengan perencanaan yang matang,” tuturnya.

Baca :   Lewat Tendangan Pinalti, Yongki Bawa Sriwijaya FC Unggul di Babak Pertama Lawan PSCS Cilacap

Orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini menegaskan, agar pihak developer menyediakan fasilitas umum seperti ruang publik terbuka ramah anak dan yang terpenting penyediaan rumah ibadah. 

“Karena ini kebutuhan untuk anak oleh. Sebab itu, saya minta disediakan, rumah ibadah paling penting jangan sampai nanti wilayah hunian baru ini tidak dilengkapi hunian ibadah,” tambahnya.

Di akhir kata sambutannya, Deru menyarankan pembangunan perumahan dimulai dengan langkah yang benar dari penataan lingkungannya, hingga masalah keagamaan dan fasilitas olahraganya. 3000 unit ini nantinya tidak berkelompok agar tidak menjadi hunian ekslusif.

Baca :   Nilai Memiliki Potensi, India Ingin Jejaki Kerjasama dengan Pemkot Palembang

“Saya yakin kalau melihat ini, bisa menjadi perumahan ini kurang karena kitakan tidak membatasi berdasarkan golongan, pangkatnya, tapi ini bebas siapa saja bisa membeli yang terpenting harus berlatar belakang TNI, Polri dan ASN.. Tadinya saya minta tadinya untuk tidak ber dp tapi nyatanya bisa diakomodir hanya untuk membayar notaris saja,” kata dia.

Sekedar informasi, peyediaan perumahan ini akan menggunakan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang sudah ada yang mana untuk pembiayaan KPR akan melibatkan bank BUMN seperti Bank BTN, Bank Sumsel-Babel dan juga Bank Mandiri.

Selain itu juga dengan bantuan dari pemerintah pusat berupa subsidi uang muka (SBUM) diharapkan agar ASN, TNI dan Polri bisa memiliki hunian sendiri dengan syarat yang ringan.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed