oleh

Pembangunan Masjid Sriwijaya Mangkrak, Alex Noerdin Mangkir Dari Panggilan Penyidik

Kanal:Headline|46 dilihat

REPORTASE- Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin tak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi terkait mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya Palembang.

Sebelumnya,penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan kembali melakukan pemeriksaan para saksi terkait dugaan korupsi pembangunan masjid Sriwijaya Palembang.

Saksi yang dilakukan pemanggilan tersebut sebanyak empat orang, yakni Isnaini Mardani selaku Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang dan menjabat sebagai divisi pembangunan masjid Sriwijaya, Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah Sumatera Selatan, Burkian yang saat itu menjabat sebagai Divisi hukum dan lahan, Toni Aguswara selaku panitia lelang dan Alex Noerdin mantan Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2018.

Baca :   Sumsel Mulai Terapkan Tilang Elektronik

Namun, dalam pemeriksaan hari ini Alex Noerdin tak dapat memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan.

“Betul Alex Noerdin panggilan ke satu, tapi tidak hadir dan dijadwal untuk panggilan kedua,”kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Selatan Khaidirman dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (5/4/2021).

Khaidirman menjelaskan, Alex sebelumnya dijadwalkan diperiksa untuk dimintai keterangan seputar mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya ketika ia menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan.

Baca :   Bom Bunuh Diri di Katedral, Kapolri: Kami Sedang Dalami Pelakunya

Sejauh ini, sudah 36 orang saksi dimintai keterangan terkait mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya.

“Menurut pemberitahuan ke penyidik bahwa yang bersangkutan  ( Alex Noerdin)  hari ini ada kegiatan lain sehingga tidak bisa hadir. Akan dijadwalkan ulang pada kamis depan,”ujarnya.

Sementara itu, Isnaini Mardani yang hadir dalam pemeriksaan menolak untuk memberikan keterangan ketika hendak masuk ke lantai dua pemeriksaan.

Dengan menggunakan baju putih, Isnaini hanya tersenyum ketika dicecar pertanyaan oleh wartawan.

Baca :   Pernah Beraksi di Filipina, Pelaku Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar Disebut Jaringan JAD 

Diberitakan sebelumnya, empat orang tersangka kasus mangkraknya pembangunan Masjid Sriwijaya ditahan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumsel pada Selasa (30/3/2021).

Adapun empat tersangka yang ditahan tersebut yakni, Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya Syarifudin, Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya Yudi Arminto, Kerjasama Operasional (KSO) PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya Dwi Kridayani, dan Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya 2015-2018 Eddy Hermanto.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed