oleh

MK Batalkan Petahana PALI Jadi Pemenang Pilkada : Temukan Pemilih Ganda hingga Pemalsuan Tanda Tangan oleh Petugas KPPS

Kanal:Headline|95 dilihat

REPORTASE- Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan  keputusan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) nomor 366/PL.02.6-Kpt/1612/KPU-Kab/XII/2020 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PALI.

Sehingga, pasangan petahana Heri Amalindo- Soemarjono dibatalkan sebagai pemenang Pilkada serentak yang diselenggarakan (9/12/2021).

Dalam sidang virtual yang ditayangkan akun Youtube milik MK, Majelis hakim menilai adanya kejanggalan dalam pelaksanaan Pilkada serentak di PALI.

Hal itu berdasarkan fakta persidangan yang menemukan adanya pemilih ganda serta pemalsuan tanda tangan oleh petugas KPPS.

MK sebelumnya menghadirkan saksi bernama Tarmizi salah seorang pemilih di TPS 8 Kelurahan Babat Kecamatan Penukal dan Rika pemilih di TPS 6 Kelurahan Tempirai, Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI.

Setelah dicocokan, keduanya yang menjadi saksi mengaku hanya memberikan hak suara satu kali. Sementara, kedua saksi ini menyalurkan hak suara lebih dari satu kali.

“Dilakukan pencocokan tanda tangan terhadap pemilih atas nama Hendra Gunawan, ternyata tidak sama dengan tanda tangan yang terdapat dalam formulir Model C. Daftar hadir pemilih-KWK di TPS 10 Kelurahan Air Itam, Kecamatan Penukal,”kata Ketua Majelis Hakim Anwar Usman saat membacakan putusan, Senin (22/3/2021).

 

“Mahkama menilai, pemalsuan tanda tangan dalam dokumen resmi negara merupakan pelanggaran serius karena tidak hanya melanggar etika, tetapi dikaji lebih dalam pemalsuan penyelenggara pemilih,”tambah Anwar dalam putusan.

Dengan adanya pelanggaran tersebut, MK meminta KPU PALI untuk segera melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di empat TPS dengan tenggat waktu 30 hari setelah putusan dibacakan.

“TPS 6 Kelurahan Tempirai, TPS 8 Kelurahan Babat, TPS 9 dan 10 Kelurahan Air Itam dalam waktu 30 hari kerja sejak diucapkannya putusan ini melaksanakan PSU. Kemudian hasil pelaksaan PSU ditetapkan setelah digabungkan dengan perolahan suara yang tidak dibatalkan,”ujar Anwar.

Sementara itu, Kuasa Hukum pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati nomor urut 1 Devi Harianto dan Darmadi Suhaimi, Novriansyah mengatakan, mereka sebelumnya menggugat KPU terkait hasil putusan Pilkada.

Dari beberapa poin gugatan yang dilayangkan, MK mengabulkan gugatan mereka terkait penetapan hasil Pilkada.

“Kami akan mempersiapkan stukrut tim untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya dalam PSU. Karena di empat TPS ini ada 1.500 suara yang diperebutkan,”ujarnya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed