oleh

LRT Sumsel Dapat Subsidi Rp 123 Miliar

Kanal:Headline|110 dilihat

 

REPORTASE – Pemerintah pusat akan kembali mengucurkan dana subsidi sebesar Rp 123 miliar pertahun untuk biaya operasional Light Rail Transir (LRT) Sumsel.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri mengatakan subsidi yang diberikan tahun ini sama besarannya dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 123 miliar pertahun.

“Subsidi tahun 2019 ini sebagian masih dalam kontruksi LRT itu sendiri,” kata Zulfikri ketika kunjungan kerja di Palembang, Senin (11/2/2019).

Sejauh ini, pihaknya belum dapat menentukan berapa besaran yang dikeluarkan untuk operasional penuh LRT Sumsel. Karena, masa kontruksi.

Baca :   Semangat 45, Warga Booster KM 12 Sudah Gelar Lomba Memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74

Masa kontruksi ini baru akan berakhir pada Mei mendatang sehingga dapat dihitung, berapa besaran yang akan dikeluarkan untuk operasional LRT itu sendiri.

Menurutnya, yang paling penting saat ini yaitu peningkatan pelayanan terlebih dahulu dan ini harus terus di sosialisasikan.

Ia mengaku berdasarkan data sejak tiga bulan terakhir tren okupansi LRT mengalami peningkatan. Peningkatan rata-rata harian mencapai 12 persen.

Baca :   Komandan Satgas Karhutla Sumsel : Masih Kami Selidik Terkait Pelaku Pembakar Lahan di OKI

Sedangkan, jika berdasarkan mingguan jauh lebih tinggi apalagi setelah Asian Games. Artinya, masyarakat sudah banyak menggunakan LRT.

“Peningkatan okupansi ini tidak bisa secara langsung tetapi harus secara bertahap,” tutupnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi menambahkan, LRT ini adalah keniscayaan angkutan masa depan. Manapun kota yang ingin maju harus ada angkutan massal.

Menurutnya, fungsi LRT Sumsel ini sangat vital atau sarana utama. Terbukti, negara tetangga pun memberikan apresiasi.

Baca :   Muba Bakal Gelar Konser Amal Untuk Palestina

“Artinya, Palembang mempunyai modal untuk menjadi kota yang maju dan bergengsi,” katanya.

Selain itu, dengan adanya LRT ini memberikan kesempatan menjadikan budaya baru dan meninggalkan budaya lama yang dapat menyebabkan kemacetan.

Tapi, memang ini dilakukan secara berangsur melalui sebuah proses.

“Saya yakin LRT ini menjadi suatu angkutan yang diandalkan di Palembang. Apalagi, Gubernur dan Wali Kotanya aktif,” kata dia.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed