oleh

Lima Komisioner KPU Palembang Ajukan Banding, Dema UIN Raden Fatah Palembang Gelar Aksi di Pengadilan Tinggi Sumsel

Kanal:Headline, Hukum & Kiminal, Nasional|45 dilihat

REPORTASE – Mahasiswa yang menyebutkan dirinya sebagai Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Raden Fatah, Palembang menggelar aksi di Depan Kantor Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan, Kamis (25/7).

Dalam orasinya, Ketua Dema UIN Raden Fatah Palembang, Rudi Widodo mengatakan ada beberapa tuntutan terkait aksi mengawal sidang banding kasus terdakwa ke lima komisioner KPU Kota Palembang.

Dalam tuntutan itu mereka meminta kepada Pengadilan Tinggi untuk tidak melenceng dalam mengambil keputusan dari keputusan tingkat pertama.

Baca :   Presiden Jokowi Beri Apresiasi Kepada Komandan Upacara HUT RI ke-74

Selanjutnya, mereka juga meminta kepada hakim pengadilan tinggi untuk bertindak sesuai dengan koridor hukum dan UU yang berlaku.

“Mendukung penuh Pengadilan Tinggi dalam menyelesaikan tuntas kasus 5 Komisioner KPU Kota Palembang. Meminta kepada Pengadilan Tinggi supaya tidak terintervensi dari pihak manapun,”ujarnya saat menyampaikan orasi.

Humas Pengadilan Tinggi Sumsel Herdi Agusten, menjelaskan pihaknya telah berkomitmen bahwa tidak ada yang bisa mengintervensi di depan peserta aksi, Kamis (25/7). (REPORTASE.net/Sigit)

Sementara itu, Humas Pengadilan Tinggi Sumsel Herdi Agusten, menjelaskan pihaknya telah berkomitmen bahwa tidak ada yang bisa mengintervensi penanganan perkara di Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan.

Baca :   Bahan Bekas jadi Gaun Fashion Show Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Banyuasin

“Tidak ada pihak manapun yang bisa mengintervensi. Pokoknya tidak bisa,” kata Herdi Agusten.

Menurut Herdi perkara kelima komisioner KPU Palembang diproses sama seperti perkara lainnya, dan hasil putusan akan dibacakan pada sidang terbuka, Senin (29/7) mendatang.

Humas Pengadilan Tinggi Sumsel Herdi Agusten saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (25/7). (REPORTASE.net/Sigit)

“Sekarang masih kami lakukan musyawarah. Keputusan hasil banding akan dibacakan pada hari Jumat (26/7) atau paling lambat Senin (29/7), namun jaksa dan terdakwa tidak akan dihadirkan,”kata Herdi.

Baca :   Jokowi Minta Masyarakat di Papua Tenang, Sabar dan Saling Memanfaatkan

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Kelas I A Palembang pada Kamis (12/7) lalu, telah memvonis kelima komisioner KPU Kota Palembang dengan hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun ditambah denda masing-masing Rp10 juta.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed