oleh

Langkah Pemerintah Bebaskan Siti Aisyah

Kanal:Headline, Nasional|146 dilihat

Menkumham Yasonna Laoly, Menlu Retno Marsudi, Siti Aisyah dan keluarganya

 

REPORTASE – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MENKUM HAM) Yasonna Laoly meyebutkan, usaha pemerintah guna memulangkan Siti Aisyah ke Negara asal.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia telah melakukan banyak langkah untuk membebaskan Siti Aisyah dari ancaman hukuman mati dalam kasus pembunuhan kakak tiri dari petinggi Korea Utara, Kim Jong-Un yaitu King Jong-Nam.

Langkah-langkah tersebutmerupakan langkah-langkah atas permintaan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Atas permintaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, semua jajaran pejabat diperintahkan berkoordinasi dengan pemerintahan negara Malaysia, agar mencari cara membebaskan Siti Aisyah,”ujar Yasona Laoly kepada media saat dijumpai di konfersi pers di Bandara Halim Perdanakusum, Jakarta Timur, Senin (11/03/2019).

Baca :   Presma Unsri : Rektor terpilih Harus Terbuka

Menurut Yosana Laoly ,Bapak Presiden Joko Widodo sangat aktif berkomunikasi dengan pemerintah negara tetangga tersebut (Malaysia). Semua hal dilakukan semasa kepemimpinan Najib Razak maupun Mahathir Mohamad.

“Ada Proses panjang membantu Siti Aisya memastikan kehadiran negar,”katanya.

Dia melanjukan, Kemenkumham terus melakukan pendekatan dengan pemerintah negara Malaysia guna menuntaskan kasis warga negara Indonesia dari Provinsi Banten tersebut.

Guna memastikan pembebasan terdakwa hukuman mati, Siti Aisyah, Yosanna Laoly mengaku sempat mengadakan pertemuan dengan Perdena Menteri Malaysia.

Sempat melayangkan surat kepada pemerintah Malaysia, Yasonna Laoly menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Siti Aisyah terhadap kakak ipar pemerintah Korea Utara tersebut (King Jong-Nam) hanya untuk kepentingan reality show belaka.

Baca :   Sriwijaya FC Rebut Tiga Poin dari Tuan Rumah Persibat

Yosanna juga mengatakan tiga alasan dalam surat yang dilayangkannya kepada pemerintah negara tetangga tersebut supaya Siti Aisyah dapat dibebaskan dari jeratan hukum yang diterima.

Surat tersebut berisi tiga pokok alasan. Pertama, Siti Aisyah tidak pernah berniat membunuh King Jong-Nam. Selanjutnya kita dibohongi dan diperalat oleh pihak-pihak tertentu. Dia juga menyampaikan bahwa Aisya tidak menerima imbalan apapun terkait apa yang dia lakukan.

“Kita sangat-sangat bersyukur atas kerjasana yang baik dengan pemerintahan Malaysia sehingga Aisyah dapat kembali bertemu dengan keluarganya,”ujar Yosanna Laoly.

Baca :   Walikota Palembang Harnojoyo Pimpin Upacara HUT ke-73 Bhayangkara

Menurut Presiden Joko Widodo, ini adalah prose pembebasan Siti Aisyah merupakan bukanlah proses pembebasan yang dapat dilakukan secara gampang.

Siti Aisyah dibebaskan dari tuduhan sebagai terdakwa pembunuhan King Jong-Nam pada siding Mahkamah Tinggi Shah Alam Selangor Darul Ehsan, Senin (11/03/2019). Tuduhan diajukan terhadap Siti Aisyah, karena Siti menjadi salah seorang yang menyemprotkan racun terhadap kakak ipar pimpinan tertinggi Korea Utara tersebut.

Semprotan tersebut adalah racun jenis tetrodotoxin, yang memiliki efik 1.200 kali lipat mematikan dari racun yang dihasilkan sianida. Siti Aisya ditangkap pada 16 Februari 2017 lalu, setelah Doan Thi Huong berkebangsaan negara Vietnam tertangkap.

 

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed