oleh

Komplotan Eks Anggota DPRD kota Palembang Minta Bebas Dari Hukuman Mati

Kanal:Headline|53 dilihat

REPORTASE- Komplotan bandar narkoba jaringan internasional yang melibatkan Doni mantan anggota DPRD Kota Palembang, meminta keringan hukuman dengan dibebaskan dari hukuman mati seperti yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang virtual yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1 Palembang, dengan agenda pleidoi, Doni dan empat terdakwa lainnya yakni Joko Zulkarnain, Alamsyah, Ahmad Najmi Ermawan, Yati Suherman dan Mulyadi, mengaku masih ingin menikmati hidup dan menyatakan salah atas kepemilikan sabu sebanyak lima kilogram serta ribuan butir pil ekstasi.

“Kami mohon majelis hakim dapat melepaskan mereka dari hukuman mati, ini sangat bertentangan dengan HAM,”kata Suspendi kuasa hukum Doni usai sidang, Rabu (24/3/2021).

Suspendi mengungkapkan, sejak kasus narkoba itu menjerat Doni, ia tak lagi menjabat sebagai wakil rakyat. Selain itu, Doni pun merupakan seorang kepala keluarga dan memilik anak yang masih kecil.

“Orangtua dari Doni juga sudah meninggal, dia juga menjadi tulang punggung untuk keluarganya,”ujarnya.

Tak hanya Doni, terdakwa Yeti juga memohon agar dilepaskan dari tuntutan hukuman mati. Yati sendiri terpaksa jadi pengedar narkoba lantaran terjebak oleh terdakwa Joko Zulkarnain (DPO) yang merupakan suaminya sendiri.

“Terdakwa Joko masih kabur, istrinya inin hanya ikutan karena kebutuhan ekonomi,”jelas Suspendi.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Palembang, Agung Ary Kesuma mengungkapka, JPU memberikan tuntutan terhadap komplotan Doni atas dasar berbagai pertimbangan.

Dari hasil pemeriksaan, Doni dan rekan-rekan tak hanya menjadi bandar. Mereka juga diketahui terlibat dalam jaringan narkoba internasional.

“Lintas negara yang dalam fakta persidangan diketahui ada seorang bandar di Malaysia berinisial RZ dan kini masih buron,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya,  Mantan anggota DPRD kota Palembang, Doni dituntut oleh Jaksa Penuntut (JPU) dengan hukuman mati lantaran terlibat dalam jaringan besar peredaran narkoba.

Selain Doni, JPU juga menuntut empat orang lainnya yakni Alamsyah, Ahmad Najmi Ermawan, Mulyadi dan Yati Suherman lantaran ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Dalam sidang virtual dengan agenda tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Palembang, JPu menilai Doni dan keempat rekannya tersebut secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penyelundupan narkoba.

Sehingga, kelima terdakwa itu telah melanggar Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009.

“Menutut agar kelima terdakwa semuanya dihukum mati. Tidak ada perbuatan dari para terdakwa yang dapat dianggap meringankan tuntutan,”kata Kasi Pidum Agung Ary Kesuma, Kamis (4/3/2020).

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed