oleh

Jokowi Minta Kapolri Tegas Usut Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak

Kanal:Headline|74 dilihat

REPORTASE – Tagar Justice For Audrey (#JusticeForAudrey), seketika jadi trending topic seluruh sosial media di Indonesia. Ini terjadi setelah salah seorang siswi SMP Negeri 17 Pontianak, Kalimantan Barat, inisial Au, jadi korban penganiayaan dan bullying 12 siswi SMA setempat.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari salah paham hubungan asmara. Menurut Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Tumbur Manalu, korban bahkan dijemput dirumahnya oleh pelaku.

“Dijemput dengan dalih ada yang mau dibicarakan. Dibawa ke Jalan Sulawesi kemudian dianiaya oleh korban. Pelakunya tiga, sisanya membantu. Korban mengalami intimidasi sehingga baru dilaporkan Jumat (5/4), padahal kejadian sekitar dua minggu lalu (29/3),”ungkapnya.

Baca : Lebaran 2019, Presiden Jokowi Tak Salat Id di Masjid Istiqlal

Kejadian ini sendiri disinyalir disebabkan oleh saling berbalas komentar di sosial media, karena salah satu pelaku merupakan mantan pacar dari kakak sepupu korban. Diduga tidak senang korban ikut campur, pelaku kemudian diduga merencanakan aksi ini.

Akibatnya, korban mengalami kekerasan fisik sampai muntah dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit. Meski kemudian aparat kepolisian berhasil mengamankan para tersangka dan menahan tiga otak pelaku berinisial E, T dan L.

Baca : Jokowi Salat Id 2019 di Masjid Istiqlal

Kasus ini menjadi semakin viral saat ketiga pelaku yang ditahan tersebut selfie dan merekam video di kantor polisi. Mereka seolah tak peduli berada di kantor polisi dan membuat warganet geram. Tagar Justice For Audrey semakin viral. Bahkan muncul petisi untuk mengusut kasus ini.

Petisi “Polda Kalbar, Segera Berikan Keadilan Untuk Audrey  #JusticeForAudrey” hingga  10 April 2019 telah ditandatangani sebanyak 3.382.361 orang, dengan target sebanyak 4.500.000 tandatangan.

Rupanya, hal ini kemudian sampai ke telinga Presiden Joko Widodo yang langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menindak tegas pelaku penganiayaan siswi SMP tersebut. Ia menyebut kejadian ini disebabkan oleh masalah dan perubahan komunikasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Baca : LBH Banda Aceh : Kesalahan Manajemen Rutan

“Saya telah memerintahkan Kapolri untuk tegas menangani ini sesuai prosedur hukum, yang tegas,”kata Presiden, di Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (10/04). Oleh sebab itu, ia juga mengajak orang tua dan guru untuk lebih pro aktif mengawasi interaksi anak di sosial media.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Terpesona
  • Bahagia
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

News Feed