oleh

Jadi Bandar Sabu,  Mantan Anggota DPRD Palembang dan 5 Komplotannya Divonis Hukuman Mati 

Kanal:Headline|56 dilihat

REPORTASE-Mantan anggota DPRD kota Palembang Doni Timur yang kedapatan menyelundupkan sabu sebanyak 5 kilogram divonis hukuman mati.

Dalam sidang virtual yang berlangsung di Pengadilan Negeri Palembang, Bongbongan Silaban yang merupakan ketua Majelis Hakim menilai, terdakwa Doni telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba.

Selain Doni, lima terdakwa yang lain yakni Alamsyah, Zulkarnain, Ahmad Najmi Ermawan, Mulyadi dan Yati Suherman juga di vonis dengan hukuman yang sama.

“Menyatakan, keenam terdakwa terbukti secara sah meyakinkan melanggar 114 ayat 2, menjatuhkan hukuman mati untuk keenam terdakwa,”kata Bonbongan dalam sidang, Kamis (15/4/2021).

Hal yang memberatkan Doni dan kelima rekannya, adalah lantaran tak mendukung pemerintah dalam memberentas peredaran narkoba. Selain itu, Doni saat kejadian berlangsung merupakan anggota DPRD kota Palembang yang aktif.

“Para terdakwa merupakan sindikat jaringan internasional. Khusus untuk terdakwa Doni adalah tokoh masyrakat yang seharusnya menjadi contoh yang baik,”ujar Hakim.

Usai menjatuhkan vonis tersebut, ketua majelis hakim pun menutup sidang.

“Para terdakwa diberikan wakta satu pekan untuk menanggapi vonis ini,”tutup Bongbongan.

Diberitakan sebelumnya,mantan anggota DPRD kota Palembang, Doni Timur dituntut oleh Jaksa Penuntut (JPU) dengan hukuman mati lantaran terlibat dalam jaringan besar peredaran narkoba.

Selain Doni, JPU juga menuntut empat orang lainnya yakni Alamsyah, Zulkarnain, Ahmad Najmi Ermawan, Mulyadi dan Yati Suherman lantaran ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Kasus ini sebelumnya terungkap saat Doni ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) lantaran membawa lima kilogram sabu pada Selasa (22/9/2020). Sindikat ini pun sudah bergerak sejak lama untuk mengedarkan sabu ke wilayah Palembang dan Sumatera Selatan.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed