oleh

Dua Remaja Tembak Orang Utan

REPORTASE – Kedua remaja ini diketahui berasal dari Subulussalam, Aceh. Hukuman ini diberikan karena keduanya masih di bawah umur yakni 16 dan 17 tahun.


“Mereka dikenakan sanksi sosial yang harus dipenuhi oleh terlapor yaitu wajib azan magrib dan salat isya di masjid desa mereka, di Kota Subulussalam, selama satu bulan. Sanksi diawasi oleh PK, Bapas dan aparat desa,”kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo.

Baca :   Muba Bakal Gelar Konser Amal Untuk Palestina

BKSDA Aceh selaku pihak pelapor telah menerima berita acara soal kesepakatan musyawarah diversi dari polisi.

Berita acara itu sendiri berisi soal penanganan kasus penganiayaan orang utan Hope di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Sapto menambahkan, apabila kedua remaja itu melanggar sanksi yang diberikan, maka hitungan hukuman akan diulang dari awal.

Baca :   Walhi Minta Pemerintah Percaya Masyarakat Untuk Mengelola Lahan Gambut

Selain itu, kedua pelaku diwajibkan untuk membersihkan Masjid atau pun Musala.

“Terlapor mengakui perbuatannya serta meminta maaf kepada pihak terkait,”jelas Sapto.

Sebelumnya Hope mengalami penyiksaan sadis, ketika diselamatkan dari kebun sawit di Subulussalam, Aceh, terdapat 74 butir peluru senapan angin di tubuh Hope.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed