oleh

8,3 Ton Ikan Kakap Giling Beformalin Disita Polisi 

Kanal:Headline|43 dilihat

REPORTASE-  Sebanyak 8,3 ton ikan kakap giling mengandung formalin di pasar induk Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan disita oleh polisi.

Kepala Polisi Resor kota Besar (Kapolrestabes) Palembang Komisaris Besar Irvan Prawira Satya Putra mengatakan, terungkapnya peredaran 8,3 ton ikan giling mengandung formalin itu setelah sebelumnya mereka melakukan penyelidikan selama 10 hari.

Mulanya, petugas menemui adanya ikan giling kakap dalam kemasan satu kilogram mengandung formalin. Dari temuan itu penylidikan kembali berlanjut dan menangkap dua orang terduga pelaku inisial Z dan CI.

“Z ini adalah agen ikan giling merk ISTI sementara CI merupakan pemilik CV tempat ikan giiling,”kata Irvan saat melakukan gelar perkara, Sabtu (1/5/2021).

Irvan menjelaskan, setelah menetapkan dua tersangka mereka langsung menarik semua ikan giling merek ISTI yang sempat beredar di pasar induk Jakabaring Palembang agar barang itu tak dikonsumsi masyarakat.

Menurut Irvan, peredaran makanan mengandung bahan berbahaya selalu tinggi memasuki bulan Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri yang selalu dimanfaatkan oleh oknum tak bertangggung jawab.

Ia pun mengimbau kepada warga untuk tetap teliti ketika membeli makanan siap saji ataupun ikan dan daging giling.

“Jika ada yang janggal lebih baik laporkan, sehingga akan kami tindak lanjuti,”ujar Kapolrestabes.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 8 ayat 1 huruf A, G dan I UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 136 dan atau Pasal 141 UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun.

“Hasil uji BPOM sudah keluar dan hasilnya benar 8,3 ton ikan kakap giling ini mengandung formalin,”tegas Irvan.

8,3 Ton Ikan Giling Berbahan Pengawet Mayat Gagal Beredar di Palembang

PALEMBANG, Palpos.Id – Tim gabungan dari Unit Pidsus Satreskrim Polrestabes Palembang, Balai POM Sumsel, Balai Karantina Ikan Klas 1 SMB II Palembang,  berhasil mengungkap 8,3 ton ikan giling diduga berformalin di Pasar Induk Jakabaring. 

Ungkap kasus ini, Selasa 27 April 2021, sekitar pukul 23.30 WIB.

Berawal Tim gabungan menggelar operasi di Pasar Induk Jakabaring, Kelurahan

15 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang, dan menemukan ikan giling kemasan 1kg  yang diduga mengandung bahan kimia berhaya berupa formalin atau bahan pengawet mayat. 

“Alhamdulillah, setelah melakukan penyelidikan selama 10 hari, akhirnya kita berhasil mengungkap ikan giling berformalin sebanyak 8,3 ton,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi dan jajaran, Jumat (30/4) malam di TKP Pasar Induk Jakabaring. 

Dalam kasus ini, kata Irvan, pihaknya mengamankan dua terduga tersangka yaitu inisial Z, agen ikan giling merk ISTI, dan seorang tersangka dari CV CI pemilik ikan giling.

“Barang bukti yang kita amankan 8 ton ikan giling diduga berformalin milik CV CI, dan 300kg milik tersangka Z, selaku agen di Pasar Induk Jakabaring,” jelasnya. 

Atas perbuatannya, tegas Kapolres, kedua tersangka dikenakan Pasal 8 ayat 1 huruf A, G dan I UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 136 dan atau Pasal 141 UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. “Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun,” tegasnya. 

Sentara, Tedi, pihak BPOM menjelaskan, ikan berformalin tersebut merupakan jenis ikan kakap. 

“Memang dampaknya pada manusia jangka panjang karena formalin merupakan bahan kimia pengawet mayat,” jelasnya singkat. 

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed