oleh

Potret Kerajinan Kayu Bertahan di Tengah Pandemi

REPORTASE – Berbekal pelatihan kerajinan kayu di Balai Pelatihan Kerja Indonesia (BLKI) Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2017 lalu, Beni Martha Daya bapak satu orang anak ini turun langsung kedunia bisnis kerajinan kayu.

Beni, selaku pengrajin memanfaatkan limbah kayu untuk dijadikan suatu kerajinan seperti, pajangan dinding, jam, logo, serta pelakat penghargaan. Harga yang dijual dari kerajinan kayu ini bervariasi dengan tingkat kesulitannya.

Baca :   Raih 96,2 Persen Suara di OKU Selatan, Popo Ali Martopo-Solehien Abuasir Bakal Dapat Rekor Muri

Saat dimintai keterangan pewarta Reportase.net di workshopnya di Jalan Baung 2, Kecamatan Sako, Palembang, Beni mengatakan tingkat penjualan saat wabah virus corona menyebar tetap stabil, masih ada costumer yang memesan dengan jumlah yang tidak sedikit.

“Kalau tingkat penjualan di era wabah virus corona ini tetap stabil. Selain saya menawarkan di markerplace, Pemerintah dan BUMN juga ada yang pesan,” Kata Beni saat dijumpai di workshopnya, Rabu, 20 Januari 2021 lalu.

Baca :   Raih 96,2 Persen Suara di OKU Selatan, Popo Ali Martopo-Solehien Abuasir Bakal Dapat Rekor Muri

Berikut potret Beni sedang menyelesaikan pesanan kerajinan huruf yang terbuat dari limbah kayu :

Pengrajin Kayu di Palembang sedang menyelesaikan pesanan pada Rabu, 20 Januari 2021. Reportase/Sigit Prasetya
Pengrajin Kayu di Palembang sedang menyelesaikan pesanan pada Rabu, 20 Januari 2021. Reportase/Sigit Prasetya
Pengrajin kayu menunjukan hasil kerajinannya berupa lampu hias. Reportase/Sigit Prasetya

 

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed