oleh

Pemkot Palembang Klarifikasi Terkait Pajak Pempek

Kanal:Food & Drinks, Palembang|183 dilihat

REPORTASE –  Pemerintah Kota Palembang mengklarifikasi terkait persoalan pajak yang diberikan untuk pedangan makanan dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah, Palembang, Minggu (28/7).

Staff Khusus Walikota Palembang Bidang Industri dan Ekonomi Kreatif Herlan Asfiudin mengatakan, pemerintah Kota Palembang mengenakan pajak bagi pedagang makanan itu ada klasifikasinya bukan pedagang kelas warung yang menjajakan dagangannya di pemukiman warga.

Baca :   Sempat Naik, Harga Bawang Putih di Pasar KM12 Palembang turun Menjadi Rp 30.000 per kilogram

“Pengenaan pajak ada klasifikasinya, bukan disamaratakan. yang kena pajak yaitu pedagang kelas restoran dengan pendapatan perbulan puluhan hingga ratusan juta,” katanya.

Herlan menambahkan bahwa pedagang kelas warung atau pedagang kecil justru didorong untuk berkembang menjadi besar.

“Pedagang yang kesehariannya berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dikenakan pajak, malah justru pemerintah mendorong agar usaha yang mereka jalani menjadi besar,”katanya.

Baca :   Cegah Virus Corona, Pemkot Palembang Semprotkan Cairan Disinfektan di Masjid Al Islami

Ia menjelaskan pemerintah Kota Palembang telah berupaya untuk mencari sumber PAD tanpa membebani masyarakat. Dengan hal ini, Pemkot bisa memaksimalkan  pendapatan daerah yang dapat mendukung pendanaan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan warga di Palembang.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed