oleh

Surplus Beras 2,07 Juta Ton, Harga Gabah di Petani Sumsel Anjlok hingga Ro 3.500 Per Kilogram

Kanal:Daerah, Ekonomi & Bisnis|24 dilihat

REPORTASE- Sumatera Selatan mengalami surplus beras mencapai 2,07 juta ton pada musim. Bahkan, harga gabah di petani anjlok hingga mencapai Rp 3.500 perkilogram saat memasuki musim panen raya tahun ini.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya mengatakan, sampai saat ini rencana impor beras yang direncanakan oleh pemerintah pusat kemungkinan untuk wilayah lain yang mengalami defisit beras.

Namun, untuk di Sumatera Selatan, kebutuhan beras masih sangat mencukupi. Lantaran produksi beras pada 2020 mencapai 2,8 juta ton. Sementara, kondumsi beras di Sumatera Selatan sekitar 810.000 ton.

Baca :   Herman Deru : Jaga Netralitas Demi Suksesnya PSU Pali

“Sehingga, kita masih surplus 2,07 juta ton di Sumsel. Kemungkinan keputusan pemerintah pusat untuk impor beras untuk mengisi daerah yang defisit. Indonesia tidak hanya Sumsel saja,”kata Mawardi, Senin (22/3/2021).

Mawardi mengatakan, mereka saat ini sedang melakukan upaya untuk mendongkrak harga gabah yang kini sedang jatuh di tingkat petani sekitar Rp 3.500-Rp 3.900 per kilogram .

Baca :   Hadiri RUPS BPR Sumsel, Gubernur Beri Atensi Lebih Selektif Salurkan Kredit Khusus

Sementara, Harga Pokok Penjualan yang ditetapkan oleh Bulog sekitar Rp 5.300 per kilogram.

“Gubernur Sumsel sudah menyurati Menteri Pertanian terkait kondisi ini. Kami harap harga gabah di petani bisa membaik,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Selatan Bambang Pramono menambahkan, terjunnya harga gabah tingkat petani menjadi perhatian serius.

Baca :   Jelang Ramadhan Stok dan Harga Sembako di Palembang Relatif Stabil

“Kami sedang berupaya melakukan berbagai cara agar gabah di petani harganya bisa kembali stabil. Sumsel ini lumbung pangan,”kata Bambang.

Bambang mengungkapkan, pada Maret 2021, Sumatera Selatan surplus beras sebanyak 300.000 ton. Sehingga, rencana import beras masih tak dibutuhkan.

“Fokus kami sekarng untuk menyerap beras dari petani sehingga harganya bisa baik. Salah satu cara adalah menyalurkan beras petani kepada ASN,”ungkapnya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed