oleh

Kisah IRT di Palembang Sukses Buka UMKM Berbasis Teknologi

Kanal:Ekonomi & Bisnis|74 dilihat

REPORTASE.net, Palembang – Rosalina (38) merupakan seorang ibu rumah tangga yang kini menjalankan warung digital ‘Rosa’ di Palembang.

Rosa telah merasakan manfaat digitalisasi dalam menjalankan usahanya, saat ia bergabung dengan GrabKios.

“Saya dulu tidak paham tentang teknologi, jadi saya belajar cara menggunakan smartphone saya. Beberapa tahun lalu, saya memutuskan untuk membuka sebuah warung kecil, tapi hanya menjual barang-barang kebutuhan harian saja,” ungkap Rosalina, Kamis (16/7).

Menurut dia, dengan teknologi GrabKios, dirinya bisa menawarkan lebih banyak layanan bagi pelanggan seperti pembelian token listrik, pembayaran tagihan, dan juga transfer uang, serta beberapa layanan lain.

Dia mengaku bangga bisa membantu warga sekitar yang kebanyakan belum punya akses bank.

“Saya juga pertama kali membuka dan punya tabungan saat bergabung dengan GrabKios. Sekarang jadi mudah untuk mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat. Senang sekali rasanya karena jadi bisa merenovasi rumah dan warung, serta menambah modal mengisi warung. Teknologi benar-benar bantu saya buat berkembang,” kata dia.

Sementara itu, Economist Tenggara Strategics Stella Kusumawardhani, mengatakan, gig workers yang ada di dalam platform Grab membantu meningkatkan nilai kehidupan untuk banyak pihak.

Riset yang sudah dilakukan di Palembang memberikan data tentang kontribusi perekonomian yang langsung dirasakan oleh para gig workers di Palembang.

“Kami melihat adanya peningkatan 22 persen dari kualitas hidup para pekerja informal setelah bergabung dengan Grab. Masyarakat di sekitar juga tetap merasa terbantu dalam hal-hal lainnya terlebih saat mereka harus di rumah akibat wabah COVID-19. Sistem digital ini juga yang akan menyiapkan para gig workers untuk menyambut era tatanan hidup baru,” ujarnya.

Dikatakannya, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics juga merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Palembang.

Riset ini menemukan bahwa gig economy termasuk UMKM yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Palembang.

“Mitra Grab yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5 persen dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab,” kata dia.

Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Palembang yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 47 persen menjadi Rp39,5 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Palembang meningkat 47 persen menjadi Rp9,6 juta per bulan sejak bergabung.

Sebanyak 48 persen mitra merchant GrabFood Palembang juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Palembang dengan peningkatan pendapatan hingga 101 persen menjadi Rp5,7 juta per bulan dan 126 persen menjadi Rp3,6 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

“Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 25 persen mitra pengemudi GrabBike dan 8 persen mitra pengemudi GrabCar di Palembang baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab,” pungkasnya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed