oleh

Siap Ikuti Delapan Kejuaran Dunia

Bupati Muba, Dodi Reza Alex memberikan bonus kepada M Hinayah atas prestasinya di Asian Games 2018 

 

REPORTASE – Berbagai hadiah diterima Muhammad Hinayah (22), usai merebut medali emas  speed relay di Asian Games 2018. Mulai dari uang tunai Rp 750 juta dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Rumah dari Kementrian PU PR dan masuk PNS. Gubernur Sumsel, Ir Alex Noerdin berjanii berikan rumah. Pria yang akrab disapa Iin itu, akhirnya pulang kampung dan tiba di rumahnya Jalan Inpres Penjara, Kelurahan Serasan Sekate, Kecamatan Sekayu, Senin (3/9), sekitar pukul  22.30 WIB.

Bupati Muba, H Dodi RezaAlex Noerdin, berikan hadiah kepada Hinayah uang tunai Rp Rp 150 juta di Griya Pendopoan Serasan Sekate, kemarin (4/9).

Baca : Juara di Piala San Juan, Messi Raih Trofi Pertama bersama Timnas Argentina

Teryata Hinayah tak bisa bersantai sekarang ini. Anak pertama pasangan Herman  dan Arniza itu, harus kembali berlatih di Jakarta dan Palembang. Hinayah akan mengikuti delapan kejuaran dunia.

Yakni The Internasional Climbing Elite Tournament di Anshun China pada 21-22 September. Lalu The Internasional Climbing Elite Tournament  di Hucian China pada 9-10 September dan The Internasional Climbing Elite Tournament di Wanyiasan China pada 13-14 Oktober.

IFSC Word Cup Series di Wujiang China pada 20-21 Oktober, IFSC Wprd Cup Series di Xiamen China 27-28 Oktober. Lalu Asia Championship di Kurayoshi Japan pada 7-11 November, Internasional Climbing Series (China Open) di Guangzhou China pada 16-18 November serta The Internasional Climbing Elite Tournament di Leye China, 24-25 November.

Baca : Jojo Tantang Lin Dan di Australian Open 2019

“ Musuh yang harus dihadapi sangatlah kuat di kejuaran ini,” kata Hinayah, yang begitu ramah. Dirinya pun, harus kembali dan berlatih  ke Jakarta, beberapa hari saja. Barulah berlatih intensif  di Wall Climbing Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

“ Saya harus perbaiki catatan waktu speednya pertandingannya,” targernya. Hinaya mengaku catat waktu speednya pertandingannya 5,87 detik, dengan ketinggian climbing 15 meter.

Padahal Hinayah catatan waktu berlatih tembus 5,50 detik. “ Saya targetkan meraih juara di kejuaran dunia ini,” kata Hinayah, yang menduduki juara IV dunia itu. Ditanya mengenai hadia yang diterimanya? Hinayah mengaku akan keluarkan zakat 2,5 persen yang ada.

Lalu akan berangkat umroh dan mendaftarkan haji kedua orang tuanya. Kemudian buka usaha toko manisan untuk kedua orang tuanya dan bantu biayai pendidikan kelima adiknya.

Baca : Juara di Piala San Juan, Messi Raih Trofi Pertama bersama Timnas Argentina

Kemudian Hinayah memilih rumah di Kota Sekayu dari Kementrian PU PR.Lalu rumah di Kota Palembang, dari Gubernur Sumsel Ir Alex Noerdin. ‘ Sisa uang yang dimiliki, akan ditabung untuk masa depannya,” ungkapnya, sembari ketawa.

Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, pihaknya akan membiayai Hinayah mengikuti berbagai kejuaraan dunia. Ini diperlukan, agar Hinayah merebut point dan perbaiki peringkat dunia.

Anak sulung Gubernur itu, berharap  Hinayah merebut medali emas di kejuaran Olimpiade di Tokyo Japan pada 2020 mendatang. “ Kita  perbaiki sarana dan prasarana climbing di Kota Sekayu,” ungkapnya. Ini dilakukan, agar lahir Hinayah-Hinayah baru yang mampu harumkan Kabupaten Muba dan Negara Indonesia di pentas dunia mendatang.(ril)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Terpesona
  • Bahagia
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

Komentar

News Feed