oleh

Pesona Pulau Kemaro

Kanal:Palembang|0 dilihat

Pagoda Pulau Kemaro ( Credit Photo / Reportase.net )

——————————————

REPORTASE –  Pulau kemaro yang terletak di tengah sungai Musi di menjadi salah satu destinasi wisata Palembang, Sumatera Selatan yang sering didatangi para turis manca negara.

Untuk berkunjung kesini, ada dua jalur yang bisa dilewati. Jalur pertama, bisa melintas di Jalan Dokter Sutami, Kecamatan Kalidoni,Palembang.

Disana akan ada perahu kecil yang siap mengantar Anda untuk menyebrang  ke pulau kemaro yang hanya berjarak 100 meter.

Ongkosnyapun tak membuat kantong jebol, cukup membayar Rp 10 ribu Anda akan langsung sampai ketujuan.
Sedangkan jalur kedua cukup memakan waktu panjang, setidaknya perjalanan selama 30 menit akan ditempuh. Para wisatawan akan naik perahu kecil yang disebut getek atau speedboat dari pelataran Benteng Kuto Besak (BKB).

Selama perjalanan, Anada akan menikmati pemandangan luasnya hamparan sungai Musi dan bisa melihat Jembatan Ampera dari sisi bawah. Untuk ongkos, biasanya dipatok dengan harga Rp300 ribu (pulang-pergi).

Beberapa nelayan tradisional juga akan terlihat sepanjang perjalanan. Begitu juga para warga tinggal dipinggiran sungai Musi.

Ketika tiba di pulau Kemaro, suasana percinaan akan sangat terasa kental.  Pagoda yang menjulang tinggi, serta patung budha berdiri kokoh menjadi tempat favorit untuk berfoto.

Baca :   Kualitas Udara Palembang Sentuh Angka Berbahaya Akibat Karhutla

Meskipun kental dengan suasana percinaan, disana terletak dua makam yakni Siti Fatimah dan Tan Bun An, Pangeran asal Tiongkok.

Patriot dan Dania sgaja datang dari bandung menuju Palembang untuk berlibur. dari berbagai artikel yang mereka baca diinternet, membuat mereka penasaran untuk datang ke Pulau kemaro.

” kami juga senang dengan suasananya yang banyak pohon rimbun tidak suntuk diperkotaan. disini asyik untuk berfoto dan bersantai” kata Oot, panggilan akrabnya.

Selain legenda percintaan Tan Bun An dan Siti Fatimah, disinipun terdapat pohon cinta. banyak orang yang meyakini jika duduk bersama pasangan dibawah pohon tersebut, hubungan mereka akan lebih awet dan romantis.

” katany begitu, jadi mau coba” kata Dania sembari bercanda.

# Legenda Pulau Kemaro

Keberadaan Pulau Kemaro sendiri tidak lepas dari sebuah legenda kisah cinta sejati Siti Fatimah, seorang Putri Palembang dengan Tan Bun An, pangeran asal Tiongkok.

Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim terbesar kala itu membawa Tan Bun An hingga ke Palembang.

Selama di Palembang, Tan Bun An jatuh hati kepada Siti Fatimah dan memutuskan untuk menyunting Siti Fatimah. Tan Bun An lalu mengajak Siti Fatimah ke daratan Tiongkok untuk bertemu dengan orangtuanya.

Baca :   Berita Foto : Kericuhan Mahasiswa Aksi Unjuk Rasa Tolak RUU KPK

Saat pulang kembali ke Palembang Tan Bun An dan Siti Fatimah mendapatkan hadiah tujuh buah guci tanpa sebagai hadiah pernikahan mereka.

Begitu tiba di perairan sungai Musi, Tan Bun An membuka tujuh guci tersebut. Emosi pangeran asal Tiong itu tak bisa terbendung, lantaran melihat isi atas guci hanya berisi sayuran dan ikan asin.

Tanpa berpikir panjang, ia pun membuang satu persatu guci itu ke sungai Musi.  Hingga ketika guci terakhir akan dibuang tiba-tiba jatuh dan pecah. Tan Bun An terkejut melihat isi guci itu ternyata selain ditmpuk sayur dan ikan asin, terdapat emas.

Tan Bun An yang menyesal langsung terjun ke sungai untuk mencari guci-guci yang telah dibuangnya. Sang pengawal yang melihat tuannya terjun juga turut menceburkan diri ke Sungau Musi.

Karena melihat Tan Bun An dan pengawalnya tidak muncul ke permukaan, Siti Fatimah akhirnya ikut menceburkan dirinya ke sungai.

Baca :   Mahasiswa di Palembang Ricuh di Pukul Mundur Polisi

Namun sayang ketiganya ikut tenggelam bersama harta yang telah dibuang Tan Bun An ke Sungai Musi.

Tujuh guci itu sengaja diatasnya ditumpuk sayuran dan ikan asin oleh orangtua Ta Bun An, untuk menghindarai para perompak kapal kala itu. namun Tan Bun An tidak akan hal tersebut.

Dari tempat ketiga orang yang tenggelam inilah muncul sebuah daratan yang diberi nama Pulau Kemaro. Untuk mengenang cinta sejati Tan Bun An dan Siti Fatimah, banyak umat Tridharma yang berdoa di Pulau Kemaro.

Disini juga mereka bisa berdoa di makam Tan Bun An dan Siti Fatimah, sebagai penanda makam Siti Fatimah yang berada di Kelenteng Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro paling banyak dikunjungi ketika perayaan Cap-Gomeh, warga keturunan Tiong Hoa dari berbagai negara seperti Sigapura, Thailand dan Malaysia datang mengunjungi lokasi wisata ini.

Sebab, ada berbagai acara ritual yang mereka jalani disana, seperti membakar dupa hingga memotong hewan ternak berupa kambing untuk dibagikan kepada warga.

Umat Tridarma meyakini jika melakukan ibadah dan berdoa dipulau kemaro pada perayaan capgomeh akan mendapatkan banyak rezeki dan keberuntungan. ( Red )

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed