oleh

Musim Tanam Padi Sawah Lebak di Palembang Sudah Dimulai

Kanal:Palembang|77 dilihat

REPORTASE- Pelaksanan musim tanam (MT) padi di sawah lebak April-September 2017 sudah dimulai.

Secara simbolis Walikota Palembang, Harnojoyo menanam padi di sawah lebak milik Kelompok Tani Sepakat Sei Lais, Jum’at (26/5).

Disebutkan Harno, ada seluas 5,5 hektar sawah yang ditanami padi, yang mana per hektarnya mampu menghasilkan 4,9 ton gabah kering, atau setara dengan 4 ton padi.

 “Luas sawah satu hektar hanya membutuhkan modal Rp1,5 juta, jika satu kilo beras berharga Rp10 ribu dikali 40 ton beras. Artinya, satu hektar dapat menghasilkan Rp40 juta,” jelas dia usai menanam padi.

Namun, lanjut dia, sawah-sawah di Kota Palembang masing mengandalkan cuaca, atau berdasarkan pasang surut sungai Musi.

Maka, pihaknya terus merusaha untuk meningkatkan hasil panen dengan sentuhan teknologi, demi swasembada pangan.

 “Kita upayakan, agar sawah di Palembang tidak tergantung dengan musim. Dengan sentuhan teknologi, contoh sistem irigasi modern. Sehingga petani dapat panen dua kali setahun, bahkan kalau umur padi 4 bulan, dalam setahun bisa 3 kali panen,” ulasnya.

 Selain itu, penanaman padi ini juga mengunakan Bios 44 merupakan inovasi mutakhir Korem 044 Palembang, yang dapat digunakan sebagai pupuk organik.

 “Dengan teknologi bisa menghasilkan lebih, seperti mengunakan Bios 44, semoga dapat menghasilkan 5-6 ton gabah kering atau beras per hektar,”ucapnya.

Jadi, dengan hasil panen yang bagus, menjadi motivasi untuk daerah lain. Sehingga semua lahan tidur di Palembang dimanfaatkan untuk pertanian.

“Ke depan lahan di tidur di Kota Palembang agar dimanfaatkan lagi seperti yang ada di Suangai Lais ini. Sedangkan lahan pertanian di Palembang saat ini seluas Rp12 ribu hektar,” sebutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Harrey Hadi menerangkan hasil pertanian masyarakat dapat ditingkatkan lagi dengan memanfaatkan teknologi yang ada, mulai dari pengolahan tanah hingga ke pasca panen.

 “Kita lakukan optimalisasi, termasuk mengunakan pupuk organik Bios 44. Sebab kalau tanah subur, priduktifitas tanaman meningkat,” ujarnya.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Sepakat, Hamzah menyebutkan, total luas lahan sawah di Sei Selincar sekitar 900 hektar, untuk di Sei Selais seluas sekitar 300 hektar,.

 Diakuinya, jika pertanian padi ditempatnya sangat tergantung dengan musim, tak heran bila pernah terjadi gagal panen.

 “Tahun lalu gagal panen, musim kurang bagus, padi tidak sempat hidup. Ada juga hama yang mengangu, seperti gondang (keong), belalang sangit, dan wereng,” ulasnya.

 Akan tetapi, musim tanam kali ini merupakan musim yang bagus, maka pihaknya berharp bisa panen raya.

 “Sekarang bagus, mudah-mudahan panen besar,” ucapnya.

 Sedangkan untuk bibit, pihaknya mengaku tidak pernah kesulitan bibit, kerena di bantu oleh Pemerintah Kota Palembang, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

 “Tidak ada kendala bibit, cukup dari Dinas Pertanian. Benih padi yang diberikan sekarang adalah Varietas Ciliwung,”sebutnya. 

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed