oleh

Komitmen Walikota Palembang, Membuat Australia Rela Kucurkan Hibah Untuk Indonesia

Kanal:Palembang|204 dilihat

REPORTASE – Saat ini Indonesia terus mengalami kerugian ekonomi yang disebabkan persoalan kesehatan dan lingkungan akibat layanan sanitasi yang kurang memadai. Bahkan, berdasarkan catatan yang disampaikan Counsellor for Infrastructure and Economic Governance DFAT, Australian Embassy, Bridie Rushton, kerugian akibat hal tersebut mencapai sekitar 2,3% dari PDB (Produk Domestik Bruto) tahunan atau sebesar US$ 6,3 miliar.

Melihat komitmen yang kuat diberikan Walikota terkait kebersihan, Pemerintah Australia melalui Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), terus membuat sebuah sistem untuk memperbaiki hal tersebut.

Salah satunya adalah dengan investasi dalam project sanitasi di Palembang, melalui pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) skala perkotaan.

“Isu lingkungan saat ini, bukan hanya masalah kesehatan saja, tapi juga masalah ekonomi. Dimana, secara nasional akibat sistem sanitasi yang kurang baik. Negara tersebut mengalami erugian mencapai 2,3% dari PDB,” sampainya disela-sela kegiatan Social Marketing Implementasi Program Air Limbah Domestik di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang hari ini, Rabu 7 Februari 2018.

Berdasarkan data yang diterima pihaknya, akibat kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kualitas air bersih, menjadi masalah penting yang berkaitan dengan kesejahteraan.

Program SAIK ini, termasuk investasi pihaknya dalam project sanitasi di Palembang demi meningkatkan perekonomian. Dimana, apa yang menjadi program ini sejalan dengan apa yang digalakkan Walikota Palembang, Harnojoyo terhadap kebersihan.

Dengan menyediakan akses sanitasi dan sistem pengelolaan air limbah, diharapkan masyarakat Palembang jauh lebih sehat dan tidak terkontaminasi zat-zat berbahaya yang berasal dari kualitas air bersih yang dihasilkan.

“Penyakit diare masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tentu hal itu akan mengganggu produktifitas dan perkembangan perekonomian,” ulasnya.

Apa yang diprogramkan masih menjadi penting, karena kawasan rumah tangga yang tidak diimbangi sanitasi yang benar, menjadi pemicu stunting.

Dimana, anak yang mengalami stunting atau pertumbuhan anak yang kurang seimbang, memiliki biaya ekonomi yang lebih besar disamping resiko kematian anak.

“Stunting akan mengurangi daya dari aktifitas pendidikan dan produktifitas di sekolahnya. Dimana, masalah stunting pada anak adalah berkaitan dengan gizi dan ketersediaan asupan yang berkualitas, termasuk air bersih,” sampainya.

Bridie menyampaikan, Walikota Palembang, Harnojoyo bekerja sangat baik da memiliki interest yang tinggi untuk meningkatkan sanitasi di Palembang.

Itu yang menjadi alasan kuat pemerintah Australia mengucurkan hibah 45 juta AUSD atau Rp450 miliar untuk perbaikan sistem sanitasi.

“Pemerintah Autralia sagat mendukung dari program Pemerintah Palembang terkait akses universal. Karena, masalahnya sekarang tidak hanya mengenai sanitasi saja, tapi juga terkait masalah ekonomi kreatif,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Palembang menyambut baik apa yang disampaikan pihak Pemerintah Australia, merupakan wujud penataan dan pengembangan dalam meningkatkan mutu kehidupan di Kota Palembang.

“Semoga Palembang dapat menjadi pilit project bagi Kabupaten Kota lain di Indonesia dalam pengembangan sanitasi skala perkotaan, untuk memoerbaiki pertumbuhan ekonomi Asia,” ulasnya.

Harnojoyo sangat berharap jika hibah Australia yang diketahui sebesar 250 juta AUSD, dapat diberikan lagi untuk kebutuhan peningkatan infrastruktur yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah perhelatan akbar Asian Games yang akan berlangsung tahun ini. Mungkin, Pemerintah Australia bisa memberikan bantuan berupa hibah alat kebersihan, seperti mesin penyapu jalan yang lebih efisien dalam mengatasi sampah di Palembang,” harapnya.

Harnojoyo mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Australia yang terus mendorong Pemkot Palembang untuk bagaimana menangani sanitasi dan masalah kebersihan.

“Kami sangat berkomitmen, sesuai dengan apa yang disampaikan beberapa waktu lalu. Dimana, tidak hanya limbah cair, limbah padat pun saat ini menjadi perhatian serius kami,” tandasnya.(red)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed