oleh

Kisah Paidi yang Bertahun- tahun Tinggal Digubuk Reot Sebelum Dibedah

Kanal:Palembang|0 dilihat
walikota Palembang Harnojoyo saat meresmikan rumah Paidi yang sudah dibedah tim Baladewa

REPORTASE- Wajah Paidi terlihat nampak sumringah setelah gubuk yang dia tinggali sejak beberapa tahun itu dibedah oleh tim relawan Balawadewa. Selama ini gubuk berukuran 3x 4 meter itu nyaris roboh termakan usia.

Pekerjaan Paidi yang hanya sebagai buruh harian, tak mampu untuk memperbaiki gubuk miliknya itu. Jangankan untuk menikmati ruangan ber Ac, dinding depan rumah yang terbuat dari kayu itupun terlihat jebol. Belum lagi atap seng gubuk ini seluruhnya bocor karena tak pernah direhab. Dengan kondisi demikian Paidi tetap memaksa tinggal bersama istri dan satu orang anaknya.

Meski demikian, Paidi tetap keukeh untuk tinggal digubuk tersebut. Kebutuhan ekonomilah yang memaksa bapak satu orang anak ini masih bertahan bersama keluarga kecilnya.

Baca :   Banyak Perusahaan Rusak Jalan, Wakil Walikota Palembang 'Berang'

Tim relawan Baladewa yang melihat kondisi Paidipun akhirnya bergerak untuk membedah rumahnya di kawasan Soak Simpur, Kecamatan Sukarami Palembang. Dengan bergotong royong, tim ini menyelesaikan rumah Paidi hingga layak untuk ditinggali.

“ Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada Walikota dan tim relawan Baladewa. Kami merasa bermimpi, tidak kehujanan lagi, ” kata Paidi, Selasa 2 Januari 2018.

photo: Reportase.net
Rumah Paidi sebelum dibedah

Walikota Palembang Harnojoyo pun sempat terkejut apa yang dilakukan tim Baladewa dengan membantu warga untuk membedah rumah. Selama ini, politisi asal Demokrat tersebut sering melakukan safari subuh ke seluruh wilayah Palembang untuk melihat kondisi para warga. Program bedah rumah, memang menjadi prioritas utama untuk membantu para warga yang kesulitan tempat tinggal.

Baca :   Banyak Perusahaan Rusak Jalan, Wakil Walikota Palembang 'Berang'

“Melalui program bedah rumah relawan Baladewa, alhamdulillah sekarang bapak Paidi sudah bisa tinggal dengan nyaman dirumahnya,”kata Harno.

Harnojoyo menerangkan, program bedah rumah sudah cukup banyak dilaksanakan Pemkot Palembang. Setidaknya, lebih dari 300 rumah tidak layak huni yang sudah dibedah.

“Sekarang bukan hanya Pemkot Palembang yang melaksanakan program bedah rumah. Ada Badan Amil Zakat  Nasional (Baznas) Kota Palembang, dan beberapa pihak lain, seperti relawam Baladewa pada hari ini,” ujarnya.

Dengan adanya program yang dilaksanakan relawan Baladewa, kedepan ada pihak lain yang juga memiliki kepedulian yang sama. Shingga, membantu sesama tidak hanya sebuah slogan lagi.

Baca :   Banyak Perusahaan Rusak Jalan, Wakil Walikota Palembang 'Berang'

“Semoga ada Baladewa Baladewa yang lain. Karena, inilah yang diharapkan Pemerintah dengan aktif melaksanakan program sosial. Tidak hanya pemerintah, tapi masyarakat juga dapat timbul rasa kepedulian terhadap sesama,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga Johardi menyambut positif kegiatan sholat Subuh yang dilaksanakan Walikota. Karena, program bedah rumah yang dilaksanakan terhadap kediaman Paidi adalah bagian dari program safari.

“Setiap kali melaksanakan Safari Subuh Walikota pasti menemukan ada warganya yang kesulitan. Jadi, program safari Subuh yang dilaksanakan, selain dapat mengenal langsung pemimpin Kota Palembang juga dapat menyampaikan keluhan,” ucapnya. ( Red)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed