oleh

Kapapah Jaya Tunjang Asian Games

Suasana dining hall Main Press Centre Asian Games 2018 dikawasan Dekranasda Jakabaring, yang dipenuhi awak media dari berbagai negara

 

REPORTASE – Tantangan yang dihadapi penyelenggara Asian Games 2018 tidak hanya seputar menyiapkan pertandingan dari berbagai cabang olahraga. Ada satu hal yang tak kalah penting namun kerap luput dari perhatian. Di antaranya menyiapkan menu makan bagi para jurnalis Asian Games 2018.

Kinerja para awak media memang memiliki peran penting dalam mensuksesakan Asian Games 2018. Seperti halnya yang terjadi di Main Press Center (MPC) Jakabaring Palembang. Ratusan pewarta baik lokal maupun nasional sampai media asing menyatu dalam satu gedung selama bergulirnya pesta olahraga terbesar di kawasan Asia.

Baca : Jojo Tantang Lin Dan di Australian Open 2019

Menurut Sulaiha S.Sos owner Kapapah Jaya Catering yang melayani urusan perut para peliput Asian Games dari berbagai negara Asia ini juga memiliki sejumlah tantangan dan butuh perhatian serius. Kendati demikian pihaknya meyakini hasil kinerja sudah memuaskan para jurnalis selama kurang lebih dua minggu perhelatan Asian Games 2018 di Palembang.

“Tentunya ini tantangan bagi kami karena ini even besar dan membawa nama bangsa dan negara. Pada umumnya semua sangat puas dengan penyajian sistem prasmanan dan tidak masalah bagi jurnalis asing. Memang kami juga kerap mendapat keluhan dalam menyajikan maupun menu makanan namun selalu kami evaluasi apa yang kurang dan harus kami tambah lagi dalam penyajian makanan,” kata owner yang akrab disapa Susi ini.

Baca : Juara di Piala San Juan, Messi Raih Trofi Pertama bersama Timnas Argentina

Susi mengatakan dalam menyiapkan urusan perut bagi jurnalis sedikitnya ada tiga tantangan. Selain dituntut kemaanan pangan dan penyajian higienis Kapapah Jaya Catering juga menjanjikan menu-menu yang beragam dalam setiap penyajiannya. “Selain harus hiegienis, konsumsi makanan para jurnalis juga kita pastikan aman dan sudah dapat izin dari dinkes. Disamping itu dalam penyajian kita juga menguatamakan kebersihan. Karena makanan punya limit waktu yakni 6 jam dari tempat kita mengolah sampai ke penyajian,” jelasnya.

Tantangan kedua lanjut Susi adalah masalah selera. “Para jurnalis juga ada dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, China dan Singapura dll yang tentu memiliki selera berbeda dengan lidah orang melayu atau Palembang. Namun mayoritas semua suka dengan menu yang kita sajikan dengan beragam pilihan termasuk wartawan asing yang biasanya sering komplain namun mereka cukup puas,” jelasnya.

Baca : Juara di Piala San Juan, Messi Raih Trofi Pertama bersama Timnas Argentina

Sementara itu salah satu jurnalis Jepang Ken Daichi mengaku sangat suka mengkonsumsi masakan Palembang. Bahkan dirinya selalu tidak melewatkan kesempatan ketika berada jam makan di Main Press Center (MPC).

“Pulang liputan kami selalu makan disini, pelayanan MPC di Palembang sangat baik, bagi saya tidak ada masalah dengan makanan dan ini pengalaman baru bagi saya untuk mencicipi makanan lokal,” pungkasnya. (ril)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Terpesona
  • Bahagia
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

Komentar

News Feed